<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4132615724309724704</id><updated>2011-12-03T10:49:18.176-08:00</updated><category term='berwisata di pulau Sumbawa'/><category term='Refleksi'/><category term='Opini'/><category term='Bincang Ideologi'/><title type='text'>AA. Yonk-Q</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yonk-q.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yonk-q.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yonk-Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13092667659679750285</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC74ZKL0pEI/AAAAAAAAADc/ZigFDwoE7aM/S220/YONK-Q.bmp'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4132615724309724704.post-681327403396077184</id><published>2008-09-29T02:36:00.000-07:00</published><updated>2008-09-29T02:42:47.650-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Selamat Idul Fitri 1429 H</title><content type='html'>Momentum yang ditunggu , keinginan yang kerap dinanti, situasi yang diwanti wanti, waktu yang dijanji, tepatkah untuk dirayakan&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;..... sebelum kita saling memaaf, sebagai mahluk yang sangat relatif dan terbatas... mari ulurkan tangan untuk mendekap dan berpe;uk penuh rasa kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari raya Idul Fitri 1429 H, Mohon Maaf atas segala untaian dan ucapan yang tidak berkenan, semoga kita berbalik menjadi mahluk allah yang berbakti terhadap perintah dan larangan Nya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin Ya Rabbal Alamin&lt;br /&gt;AA.Yonk-Q Junjung Sadena&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4132615724309724704-681327403396077184?l=yonk-q.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yonk-q.blogspot.com/feeds/681327403396077184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4132615724309724704&amp;postID=681327403396077184' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/681327403396077184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/681327403396077184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yonk-q.blogspot.com/2008/09/selamat-idul-fitri-1429-h.html' title='Selamat Idul Fitri 1429 H'/><author><name>Yonk-Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13092667659679750285</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC74ZKL0pEI/AAAAAAAAADc/ZigFDwoE7aM/S220/YONK-Q.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4132615724309724704.post-447283209037087269</id><published>2008-06-18T23:27:00.000-07:00</published><updated>2008-06-18T23:34:57.353-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Bias Gender Sebuah Implikasi Cultural</title><content type='html'>Sebagai sebuah konstruksi sosial Gender adalah sesuatu yang tidak mapan serta selalu berubah senantiasa menyesuaikan dirinya dalam konteks ruang dan waktu tertentu dan  hal itu telah berlangsung secara historical....&lt;br /&gt;Meminjam istilahnya freud, bahwa segala sesuatu yang diproduksi oleh kekuasaan (cultural)  adalah akibat dari pengaruh “libido” nya seorang lelaki sehingga sebuah keputusan yang ditentukannya berdasar ego/emosi kelaki -  lakiannya.......&lt;br /&gt;klik Read more untuk melanjutkannya......&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Provokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keadilan bermakna terjadinya kesepahaman atas pola komunikasi serta pembagian peran yang signifikan bagi setiap manusia, sehingga tidak terjadinya miss interpetasi maupun aplikatif yang bias, oleh karenannya makna keadilan adalah kesetaraan dan kesamaan hak bagi setiap individu dalam kontek apapun, lebih lebih sebagai manusia dan warga negara.&lt;br /&gt;Perbincangan yang terus menerus menjadi konsumsi publik dewasa ini adalah perihal ketidak adilan gender, berawal dari pemaknaan gender yang secara termenilogi memang mencerminkan an sich latar belakang cultur western, sehingga banyak orang menyatakan bahwa gender adalah wacana hegemonik western yang akan melakukan ekspansi liberalism ke dunia timur (seperti Indonesia) , terlepas apapun yang melatari teks tersebut (gender) bahwa pada kenyataannya hal tersebut secara cultural di Indonesia adalah sebagai sebuah kenyataan sosial yang tidak dapat disembunyikan, bahwa memang perempuan masih menjadi manusia nomor dua dan sebagai objek kekerasan. Dalam kaca mata ideal Gender adalah terjadinya kesetaraan dalam pembagian peran secara sadar oleh siapapun baik dia perempuan atau laki laki. &lt;br /&gt; Mansour faqih menggaris bawahi beberapa inti permasalahan yang menjadikan  dikalangan perempuan sebagai objek kuasa di masa kini dan sangat potensial untuk menindas perempuan, yaitu, Diskriminasi, Sub Ordinat, Stigmatisasi, Double borden, Stereo type. Yang beberapa inti permasalahan tersebut terjadi diranah cultural (sosio kemasyarakatan) yang lalu berimplikasi pada ranah struktural (Sosio-politik), sehingga perempuan sebagai bagian dari komunitas masyarakat dan sebagai warga negara. Tertindas secara ganda.&lt;br /&gt;Kerap kita dengar begitu banyaknya wanita yang diperlakukan dengan tidak senonoh, oleh lawan jenisnya, Kekuasaan, Agama dan Budaya yang kesemuanya menghinggap dan membekas dalam alam kognitif kita dan lalu kadang kadang kita mengatakan itu sesuatu yang “wajar” adanya serta tidak perlu diperdebatkan kembali makna bias didalamnya, sehingga fenomena kawin cerai,  perempuan didapur, bekerja diwilayah domestik, perempuan menjadi pekerja komersial Sex, yang kesemuanya itu adalah kekerasan serta bentuk ketidak adilan gender yang dikonstruksikan oleh nilai nilai sebagaimana  ditampakan dalam simbol maupun struktur budaya baku yang ada, hal itu akan menjadi angin lalu yang tak berarti,  disatu sisi harus kita sadari bahwa pada kenyataannya hal tersebut tidak berdiri dengan sendirinya akan tetapi pengaruh back ground dominan lah  berwujud pada kebiasaan.&lt;br /&gt;Sebagai sebuah konstruksi sosial Gender adalah sesuatu yang tidak mapan serta selalu berubah senantiasa menyesuaikan dirinya dalam konteks ruang dan waktu tertentu dan  hal itu telah berlangsung secara historical, oleh karenannya  peran identitas perempuan (sumur, kasur dan dapur) di wilayah domestik serta tidak boleh ke ranah publik, adalah akibat  lahirnya interpetasi keadilan dalam ruang dan waktunya sendiri serta pengaruh wilayah sosio kultural yang mengkonstruksinya dengan memunculkan implikasi yang sangat luar biasa lambat laun melahirkan firgiditas dan kejumudan dalam memandang makna keadilan gender, sehingga menjadi “pembenaran” terhadap pola relasi yang dibangun.&lt;br /&gt;Begitu pula realitas cultural di Indonesia yang melahirkan budaya patriarkhi dan cenderung menempatkan perempuan pada posisi yang tersubordinat dinomor duakan serta memarginalkannya dari segala proses penentuan kebijakan diwilayah cultural, hal ini dapat kita temui dengan banyaknya kasus kawin cerai, perkosaan, bahkan peran publik yang sangat terbatas bagi perempuan, perempuan ditempatkan sebagai objek perlakuan eksploitasi dan tidak sebagai subjek “kekuasaan”. Hal tersebut bukan  takdir dalam bahasa agama akan tetapi konstruksi sosial atas yang kuasa terhadadap yang dikuasakan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Libido dan reproduksi kekuasaan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Meminjam istilahnya freud, bahwa segala sesuatu yang diproduksi oleh kekuasaan (cultural)  adalah akibat dari pengaruh “libido” nya seorang lelaki sehingga sebuah keputusan yang ditentukannya berdasar ego/emosi kelaki -  lakiannya, hal ini diakibatkan dominasi alam kelaki lakian yang lalu berakibat menafikan unsur diluarnya, yaitu,  perempuan. Begitu juga dengan result historis yang timpang dan tidak seimbang yang sudah terstruktur dalam sistim budaya masyarakat adalah akibat adanya ranah libido yang dominan secara psikologis yang berimplikasi pada segala kebijakan yang dilahirkan. &lt;br /&gt; Perempuan dikota sebagai pelaku kerja beban ganda disatu sisi harus ikut serta berkompetasi un-fear dengan laki laki karena banyak aturan atau batasan tentang hakikat perempuan ditingkat administratif dan kebijakan sehingga membuat perempuan sebagai mahluk yang tidak kuasa, ketika dia berprofesi pembantu rumah tangga setiap saat dieksploitasi, mulai dari perkosaan sampai pelecehan sexual mereka dipandang lemah dalam kuasanya karena mengalami menstruasi, Perempuan hidup dalam budaya patriarkhi yang membuat perempuan tak berdaya. &lt;br /&gt; Pernah kah kita dengar seorang perempuan memimpin upacara adat sebagai sebuah pucuk kulminasi kekuasaan cultural, jarang sekali perempuan diberikan haknya untuk mengatur serta berargumentasi untuk menentukan sebuah keputusan, masih sangat minim perempuan yang menjadi pimpinan kelompok kultural, Masih sangat sedikit perempuan didesa desa yang mengenyam pendidikan tinggi sebagaimana lelaki, hal ini menunjukan bahwa persoalan cultural adalah reproduksi Libido pula yang diakibatkan oleh penentu kebijakan masih didominasi laki laki, padahal perempuan juga adalah manusia sebagai mahluk yang punya akal serta perasaan untuk berkecendrungan berkognitif dan berintuisi sebagaimana laki laki.&lt;br /&gt; Fakta Cultural  seperti yang menetukan kebijakan dalam Struktur budaya adalah merupakan bagian dari kebijakan laki laki an sich begitu juga dalam agama pasti laki laki yang memegang peran dominan, Tuan Guru, Kiyai atau Ustad hanya didominasi laki laki, ketika bagian dari penentu kebijakan tersebut hanya dipihak laki laki maka terus menerus kebijakan Cultural dan Agama hanya bercermin serta bersumber pada libido, lalu peluang keberpihakannya sangat dominan pada adat serta kebiasaan laki laki yang secara historis sudah dicitrakan sebagai mahluk superior, perkasa dan harus menjadi pemimpin. &lt;br /&gt; Fakta teoritik yang disampaikan freud tersebut adalah sesuatu yang patut direnungkan secara bersama, bahwa kelaki- lakian lah yang telah mendominasi ranah feminimnya perempuan, oleh karenanya laki laki harus sadar bahwa dalam upaya melahirkan perangkat kehidupan yang diciptakan harus melibatkan perempun dengan ranah feminimnya yang utuh sehingga tertata keseimbangan pola relasi yang adil dan tanpa bias gender.&lt;br /&gt; Statement tersebut tidak bermaksud untuk mempertajam dikotomies laki laki dan perempuan karena itu akan berakibat pada penafsiran yang kaku terhadap eksistensi perempuan yang ditindas, namun yang ingin dikemukakan adalah bagaimana peran peran kemanusiaan sangat didominasi oleh laki laki dengan kognitif mekaniknya yang digunakan secara  sadar serta masih terus berlanjut dialam cultural kita mengalami proses eliminasi secara sadar pula.&lt;br /&gt; Dengan demikian bahwa Bias gender disatu sisi akibat dari “faktor psiklogi” kekuasaan yang pada awalnya secara dominan dikuasai oleh laki laki dengan libido nya, implikasinya yatu, melahirkan kebijakan serta tatanan sosio - cultural secara parsial atau tidak imbang, hal ini adalah akibat libido hanya berpihak pada wilayah kenyataan kelaki-lakian an-sich serta tidak mampu menangkap hakikat atau takdir kemanusiaan yang real. Setiap manusia seharusnya mendapat posisi yang sama di mata kekuasaan baik diwilayah cultural maupun struktural sehingga bagi siapa saja selama ia adalah manusia maka sudah seharusnya ditempatkan sebagai manusia. Perempuan yang selama ini di labelkan sebagai mahluk lemah, sesungguhnya akan menempatkan perempuan setelah laki laki dan melahirkan budaya patriarkhi yang berwatak menindas, selayaknya perempuan juga sebagai manusia yang mempunyai hak hak kemanusiaan yang setara.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Islam dan Budaya Patriarkhi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agama sebagai salah satu perangkat kehidupan yang telah menunjukan kontributif nilainya dalam menata pola relasi manusia dengan komunitasnya, lebih lebih Islam sebagai sebuah agama yang dianut secara mayoritas di Indonesia dan telah turut mengkonstruksi budaya sebagai tatanan kehidupan manusia Indonesia baik secara langsung maupun tidak. &lt;br /&gt;Peran agama sebenarnya berawal dari penyesuaian wilayah cultural yang beredar, lalu ditransendesikan dalam teks suci agama, begitupun sebaliknya bahwa wilayah cultural lah yang telah membayangi terbentuknya sebuah nilai kebenaran dalam agama, hal ini sebagaimana kita lihat hampir semua Nabi yang membawa kebenaran dengan nilai keagamaannya berawal dari pengalaman yang tertindas sehingga melahirkan budaya kontra untuk melawan budaya yang mapan (telah ada). &lt;br /&gt;Disisi lain permasalahan dalam Islam sendiri,  adalah makna sebuah kebenaran yang terus menerus secara historical diyakini bahkan “dibetulkan” sebagai sebuah kebenaran serta tanpa upaya reinterpetasi terhadap norma - norma dan kitab Fiqih panduan yang telah dibakukan menjadi panduan yang benar dan tetap diakui kebenarannya berkontributif pula untuk tetapnya serta harus adanya pengakuan patriarkhi tersebut, padahal dalam kenyataannya interpetasi agama sebagai sebuah kebenaran sangat terbatas oleh ruang dan waktu serta fakta sosio cultural bagi perangkat norma agama (Islam) itu sendiri, demikian pula adanya budaya patriarkhi dalam Islam yang besar dipengaruhi oleh Libido, kemudian terinternalisasikan dalam struktur dan simbol budaya masyarakat yang selanjutnya di justifikasi kembali dengan teks suci agama (Al-Qur’an).&lt;br /&gt;Kita mengetahui ketika Muhammad diturunkan di Muka bumi sebagai Nabi yang membawa cahaya kebenaran bagi umat manusia, dimasanya dia dikenal sebagai pahlawan revolusioner sejati yang telah berhasil menata pola kehidupan yang imbang dizamannya dan melakukan pembebasan kemanusiaan yang radikal, Perempuan yang ditempatkan sebagai budak oleh zaman zahiliyah, perempuan yang dipandang hina, perempuan yang dijadikan harta warisan, dalam pandangan keagamaan Muhammad adalah  tidak manusiawi, sehingga Muhammad meneriakkan kebenaran bahwa tidak ada lagi bayi perempuan yang  dibunuh, tidak ada lagi perempuan yang diwariskan akan tetapi mereka adalah manusia yang sama serta wajib mendapatkan haknya sebagai manusia.&lt;br /&gt;Fakta sejarah tersebut mengilustrasikan kepada seluruh alam ini bahwa semangat yang dibangun oleh Islam adalah semangat yang anti patriarkhi serta berpihak kepada kemanusiaan, hal tersebut menunjukan secara hakiki bahwa Islam sendiri pada hakikatnya adalah agama yang berpihak pada kesetaraan nasib perempuan dengan kekuasaan maupun laki laki, sehingga Islam terlepas dari fakta normatif dan firgiditas historis,  sebenarnya sebagai pelopor semangat anti patriarkhi dan bukanlah agama sebagaimana yang telah dicitrakan sebagai agama yang melestarikan budaya patriarkhi. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dialog agama dan Budaya menuju pembebasan perempuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agama dan Budaya adalah faktor yang sangat penting dalam peradaban kemanusiaan dimuka bumi ini, begitu pula dengan budaya yang nota benenya sebagai perangkat manifestasi konkret agama,  berposisi pada tempat yang sangat penting, maka kedua duanya sesuatu yang saling mengaitkan dalam meng-konstruksi tatanan sosio cultural karena perangkat nilai sebuah norma bersumber dari agama dan budaya.&lt;br /&gt;Relasi perempuan dengan lelaki maupun lebih lebih berkaitan dengan kekuasaan pada awal nya terkonstruksi oleh agama dan budaya masa lalu yang mapan sehingga gagap menghadapi sesuatu yang baru, ketika teks agama secara historis menjawab masa kini, kenyataan perempuan dimasa lalu apakah relevan dengan realitas aktual. Islam (secara historis) tidak lagi mampu membaca realitas kontekstual maka dia akan ditindas serta terkesan status quo bahkan statis,  disinilah agama menjadi stigma atas ketidak mampuannya membela kaum tertindas, sehingga yang tanpak dalam budayapun adalah kelemahan budaya dalam menjawab realitas tersebut, oleh karenanya upaya dialog agama yang mereproduksi budaya dengan realitas cultural kontekstual harus terus menerus dilahirkan.&lt;br /&gt;Dialog yang dimaksud adalah sebagai perangkat analisis yang menitik beratkan  terjadinya sirkulasi yang terus menerus dan upaya kritis atas realitas yang berlangsung, sehingga analisis ini menyandarakan terjadinya sirkulasi perubahan pada ruang dan waktu, demikian pula dengan  Agama dan Budaya yang saling berkorelasi negatif dan positif sehingga kecendrungan Negatif dan positifnya tergantung ruang dan waktu, dengan lain kata bahwa sesuatu yang dianggap benar dalam interpetasi teks agama atau sebuah budaya pada masa tertentu, akan dipertanyakan kembali dimasa yang lainnya,  apakah hal itu relevans dengan keadaan dan situasi  bagi kita yang tentu ruang dan waktu maupun sosio culturalnya berbeda dengan masa lalu.&lt;br /&gt;Titik dialog yang harus dilakukan adalah bagaimana agama yang sesungguhnya dalam pandangan budaya kontekstual menindas perempuan  yang lalu diartikulasikan kembali pada realitas historis masa lalu dan pada ahirnya ditemukan titik dialog yang signifikan dalam menemukan kearifan Agama dan Budaya, sehingga agama tidaklah seperti saat ini diposisikan sebagai seumber kekerasan terhadap perempuan. &lt;br /&gt;Jikalau tidak ada upaya dialog, baik itu dengan aspek dominan yang membentuk simbol struktural wilayah cultural seperti ketidak berpihakan agama serta adat (norma dan perangkat lainnya) kebiasaan masyarakat dengan realitas kontekstual ketertindasan perempuan maka wilayah culturallah yang berkontribusi terhadap terkonstruksi bias gender dan ketertindasan perempuan yang berlipat ganda.&lt;br /&gt;Oleh karenannya refleksi substansial yang harus dilakukan oleh para penentu kebijakan cultural dan struktural adalah bagaimana mengeliminasi faktor libido serta meluruskan interpetasi keterbatasan Islam sebagai seperangkat nilai yang berkontributif dalam menata tatanan sosio cultural masyarakat, sehingga tertata kehidupan yang dinamis dan tetap dalam kerangka keadilan bagi setiap manusia Indonesia tanpa membedakan identitas Gen-nya.&lt;br /&gt;AA.Yonk-Q*&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4132615724309724704-447283209037087269?l=yonk-q.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yonk-q.blogspot.com/feeds/447283209037087269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4132615724309724704&amp;postID=447283209037087269' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/447283209037087269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/447283209037087269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yonk-q.blogspot.com/2008/06/bias-gender-sebuah-implikasi-cultural.html' title='Bias Gender Sebuah Implikasi Cultural'/><author><name>Yonk-Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13092667659679750285</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC74ZKL0pEI/AAAAAAAAADc/ZigFDwoE7aM/S220/YONK-Q.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4132615724309724704.post-6616560291405247214</id><published>2008-05-24T05:17:00.000-07:00</published><updated>2008-05-24T05:29:35.788-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>HARKITNAS atau HARKUTNAS</title><content type='html'>Membeincang tentang “isu” santer ahir ahir ini, kita bisa denger dimana mana, televise, radio, media massa, bahkan menjadi headline di ruang curhatnya para blogger, isu itu ya tentu tentang maraknya 100 tahun hari kebangkitan nasional…. Seyogyanya kita membicarakan tema itu bukan dalam kerangka latah atau karena momentumnya lagi IN, ia nggak…?!&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa membaca sejarah yang tersebar dibanyak supplier informasi, bahwa tanggal 20 Mei kemudian dinobatkan menjadi HARKITNAS alias Hari Kebangkitan Nasional, ya hasratnya ingin mengenang jasa para pendahulu kita yang telah menjuang semangat nasionalisme, hingga Indonesia mampu berdiri dengan kekuatan keragaman melawan imperialism disaat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KITNAS, kira kira mengingatkan kembali kepada kita sebagai anak bangsa yang mewarisi kemerdekaan ini, akan semangat dan cita cita mengapa perlu adanya Indoensia, begitu pula mendorong patriotisme untuk mewujudkan cita cita Negara Bangsa yang mensejahterahkan masyarakat Indonesia, kira kira begitulah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cukup tersentak, ketika seorang kawan nyeleneh berkata.. kita sedang merayakan HARKITNAS dalam kenyataan HARKUTNAS, saya bertanya, kok bisa,,,,? Maksudnya..? selanjutnya kawan saya yang dikenal sastrawan yang kerap menebar pikirannya via SMS tersebut, “ketersinggungannya” bahwa dengan gagah perkasanya banyak pasukan baris berbaris merayakan upacara bendera memperingati HARKITNAS, spanduk spanduk menorehkan tema tema tersebut pada pojok pojok kota, tiba tiba tema media massa serentak membincang patriotisme pahlawan masa lalu kita, begitu pula para pejabat sibuk menginstruksikan jajaranya agar mempersiapkan upacara seremony perayaan HARKITNAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi disisi lain fakta hari ini, lanjutnya….. Kita dalam kondisis yang memprihatinkan, selayakanya kita sebut HARKUTNAS saja, alias HARI KEBANGKRUTAN NASIONAL,,, katanya sambil tersenyum menyipitkan matanya… saya pun mengejar maksudnya tersebut dengan pertanyaan, apakah indkasinya Kawan…?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya … 100 Tahun HARKITNAS saat ini, kita rayakan ketika kondisi Moral para pemimpin mulai “merosot” alias tidak peduli pada kepentingan rakyat, lihat saja Koruptor baru sebatas jargon kampanye ntuk di “antikan”, KPK dan kejagung hamper tiap hari menangkap koruptor2 baru, entah ini menunjukan tingginya angka pemberantasan korupsi atau malah memberi sinyal meningkatnya angka kroupsi, kok yang ditangkap tangkap hanya yang itu itu saja, yang gede kok nggak diproses ya…, disisi lain disaat Pasukan paskibraka mengibarkan bendera merah putih pada upacara HARKITNAS, juga saat itu para mahasiswa, buruh, profesionelism, NGO dan rakyat lainnya menolak kenaikan BBM, tapi pemerintah seakan akan kupingnya perlu dikorek ya… biar jelas mendengarkan aspirasi rakyat… Ya BBM tetap dinaikan,, walau si tukang ojek, tukang roti, kenek dan sopir angkota teriak menjerit atas impact dari kebijakan tersebut.&lt;br /&gt;Teman saya masih semangat menjelaskan juga, tentang merosotnya nilai kebangsaan kita, ini ditandai dengan menguatnya kelompok Islam Transional yang getol mendorong symbol symbol agama untuk di negarakan, ya bekasnya kita bisa melihat gagalnya mereka mengembalikan piagam Jakarta, kemudain dilanjutkan dengan formalisasi perda perda mengaji, wajib sholat dan lain lain di daerah,,, yang terahir kelompok kelompok tersebut bahkan menggunakan cara cara kekerasan untuk memperjuangkan pandangnya tersebut, padahal hal hal tersebut tidak pernah diajarkan oleh Islam yang saya kenal… parahnya lagi Pemrintah memancing diair keruh,,, ya itung itung nunggu momentum pilpres 2009 kali…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya masih sangat semangat,,, tapi sebelum ia melanjutkan ceramahnya tersebut,,, sayapun menyatakan sepakat dengan pandangnya tersebut,,, lalu saya pun bertanaya, bagaimana solusi kawan.. ya solusinya “kita ingatkan para elite politik jangan lagi menggunakan term term bangsa untuk eksploitasi politik, begitu pula rakyat kita kuatkan agar tidak diperdaya oleh kepentingan kepentingan poltik sesaat, dengan politik dagang sapi, belah bamboo ataupun pencitraan “harum semerbak” padahal sesungguhnya kita bangsa yang tidak berani melawan Gurita dengan sejuta jejaring perangkap, tapi sesungguhnya kita mempunyai kekuatan untuk menggunting jejaring bahkan menggulung jejaring tersebut hingga gurita kelepa kelekar…… ck… ck…. Ck… semangat sekali kawan saya ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sekali lagi melihat satu persoalan tentunya, ibarat melihat uang logam, slaykanya kita melihat dari banyak sisi (ya, bukan sobijak lho..), kalau melihat uang logam seratus rupiah dari sisi kirinya, maka kita akanmenginterpetasikan uang seratus rupaih yang bagian kiri tadi, begitu pula sebaliknya… maka melihat Indoensia hari ini cukup kompleks alias lengkap dengan segala tetk bengeknya,,, ya sebagai Negara Demokrasi yang terbesar ke tiga setelah India, Indonesia sesungguhnya dalam masa transisi yang harus terusn menerus di isi oleh segenap energi bangsa ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang HARKUTNAS,,, wajar jikalau teman saya tdai mengkritik dan bahkan kelihatanya bosan dengan prilaku elite kita yang hanya doyan “Berwacana” diskusi istana, seperti adanya ungkapan ungkapan “kita akan mensejahterahkan rakyat” tapi bingung menetukan caranya, syapun sepakat momentum HARKITNAS dalam Kondisi Kebangkrutan Moral dan terdiktenya kebijakan Pemerintah kita oleh kepentingan Asing,, hingga selalu memasang ketergantungan Politik, Ekonomi, pangan bahkan Migas yang kita miliki sendiri,,,,????! Ya. Ampun..!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4132615724309724704-6616560291405247214?l=yonk-q.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yonk-q.blogspot.com/feeds/6616560291405247214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4132615724309724704&amp;postID=6616560291405247214' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/6616560291405247214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/6616560291405247214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yonk-q.blogspot.com/2008/05/harkitnas-atau-harkutnas.html' title='HARKITNAS atau HARKUTNAS'/><author><name>Yonk-Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13092667659679750285</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC74ZKL0pEI/AAAAAAAAADc/ZigFDwoE7aM/S220/YONK-Q.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4132615724309724704.post-7855882280267226632</id><published>2008-05-17T07:51:00.001-07:00</published><updated>2008-05-17T07:56:18.234-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Politisi Ber-PNS dalam Pilgub</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC7x6qL0pDI/AAAAAAAAADU/Iw1OdWXAOW0/s1600-h/Kucing+bersaudara.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC7x6qL0pDI/AAAAAAAAADU/Iw1OdWXAOW0/s320/Kucing+bersaudara.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201360609718084658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sapa,an akrab dibarengi  obrolan ringan meluncur dibibir seseorang  paruh baya berseragam PNS, serentak memecah suasana  keseriusan para buruh tani membajak sawah majikannya, para buruh tani yang berjumlah hamper 20 orang tersebut, bekerja paruh waktu untuk memenuhi hajatan hidupnya, semua kebutuhan hidupnya digantungkan pada juragan dan kerja menggarap sawah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah pria ber-PNS tadi menyampaikan materi penyuluhan selajutnya dia mulai lagi caramahnya dengan tema “politik kekinian”“Dengar semua ya… pemilihan Gubernur nanti milih calon gubernur “A” ya… ! Pria paruh bayah tersebut mengerutkan keningnya, sembari menyampaikan kata tersebut kepada para buruh tani yang terhenti aktivitas kerjanya, mendengar ucapan Pria berseragam PNS tersebut, sembari menunggu respon para pekerja tersebut, dia melanjutkan lagi ucapanya dengan mengatakan segala keunggulan dari calon yang didukungnya, sekilas cara bicara, bahasa tubuh bahkan performancenya seperti Juru kampanye (masa Orde baru) terlatih betul, ck..ck.. ck..!&lt;br /&gt;Dari pojok surau sederhana ditengah sawah tersebut, salah seorang buruh tani ingin mengungkapkan sesuatu, ketika mendegar ucapan pri ber-PNS tadi, secepat mungkin Pria ber-PNS member isyarat agar diam dan mendengarkan kata kata lanjutanya.. ya intinya suasana tersebut tidak terjadi dialog akan tetapi monolog,,, ya biasa para buruh pun dengan gaya “rakyat kecil” mengiyakan ucapan sambil mengangguk angguk “kebingungan” dengan Tutur kata pria ber-PNS tersebut.&lt;br /&gt;Fenomena tersebut, sekilas tidak bisa diamati secara langsung oleh banyak orang, akan tetapi fakta tersebut terjadi karena kesempatan politik yang ada, Demokratisasi yang dihajatkan sejak tahun 1998 ditandai dengan Reformasi tersebut, berangsur angsur tetap berjalan, ruang partisipasi dan kesempatan menyampaikan pandangan terbuka begiu luas, lihat saja pria Ber-PNS tersebut dengan bebas menyatakan pandangan politiknya yang samar samar diartikan inilah demokrasi, yang memberikan kesempatan pada setiap orang untuk berkompetisi pada ruang dan kesempatan politik.&lt;br /&gt;Disatu sisi space demokrasi yang lapang tersebut akan hambar dan terasa mundur ketika digunakan untuk kepentingan sesaat, serta tidak menutup kemungkinan ruang ruang kosong demokrasi yang begitu luas, jikalau tidak diisi oleh “pendekar” demokrasi, maka akan di isi oleh “setan” demokrasi dan krewnya. Pertarungan Mengisi Demokrasi agar tidak hambar harus dilakukan, karena kita sudah memulainya, selanjutnya bagaimana ruang demokrasi yang luas tersebut di isi sehingga terjadi konsolidasi demokrasi yang lebih baik”&lt;br /&gt;Kita bisa melihat prilaku bapak Ber-PNS tadi atas nama demokrasi melakukan kampanye politik yang “tajam” dan “eksploitatif”, disatu sisi dia menggunakan otoritasnya sebagai tenaga Penyuluh pertanian disisi lain dia memanfaatkan instrument tersebur untuk kepentingan politik yang belum tentu searah dengan kepentingan rakyat dan demokrasi, yang penting dia telah menggunakan kepentingan politik dengan keunggulan ruang Demokrasi.&lt;br /&gt;Dengan muka yang sok patriot Pria Ber-PNS menyatakan, bahwa calon gubernur yang ditawarkannya akan menjamin kehidupan buruh tani lebih baik dan sejahtera… (lha iya lah…), tapi rupanya dia tidak sadar saat itu dia sedang dalam tugas Negara yang harus senantiasa memberikan pelayanan pada masyarakat, karena telah digaji dari APBN/APBD yang nota benenya uang rakyat… sadarlah bapak Ber-PNS, anda bukan abdi politik kepentingan juga bukan digaji untuk berplitik atas nama calon A atau Calon B, tapi memngabdi pada Masyarakat….!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4132615724309724704-7855882280267226632?l=yonk-q.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yonk-q.blogspot.com/feeds/7855882280267226632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4132615724309724704&amp;postID=7855882280267226632' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/7855882280267226632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/7855882280267226632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yonk-q.blogspot.com/2008/05/politisi-ber-pns-dalam-pilgub.html' title='Politisi Ber-PNS dalam Pilgub'/><author><name>Yonk-Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13092667659679750285</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC74ZKL0pEI/AAAAAAAAADc/ZigFDwoE7aM/S220/YONK-Q.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC7x6qL0pDI/AAAAAAAAADU/Iw1OdWXAOW0/s72-c/Kucing+bersaudara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4132615724309724704.post-1325577161440057952</id><published>2008-05-16T04:29:00.000-07:00</published><updated>2008-05-16T04:38:09.996-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Pluralitas dan Masyarakat Sipil</title><content type='html'>“Keragaman adalah sebuah kekuatan dari masyarakat sipil sendiri, karena  dengan keragaman masyarakat akan terkolaborasi dengan berbagai macam varian budaya dan agama ditingkat cultural sehingga menemukan titik signifikansinya dalam melakukan konsolidasi terkontruksinya civil society”&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gagasan awal Keragaman Masyarakat &lt;br /&gt;Indonesia, sebagai Negara Bangsa yang mempunyai ruang lingkup  Cultural dan Agama yang  plural, ini ditandai dengan kompleksnya varian cultural ditingkat masyarakat serta beragamnya kepercayaan terhadap Tuhan dalam bentuk agama, keragaman tersebut sebenarnya akan menjadi sebuah ancaman bagi eksistensi civil society ataukah menjadi potensi dalam melakukan perubahan serta penguatan masyarakat itu sendiri.&lt;br /&gt;Sebuah kenyataan yang tidak bisa ter-nafikan oleh kita bahwa, permasalahan yang paling subtantif ditingkat masyarakat adalah lahirnya suprastruktur (perangkat nilai adat/budaya dan agama) dan infrastruktur (tokoh adat dan agama) ditingkat cultural, yang lalu kemudian akan mengkonstruksikan kuasa kuasa dalam perspektif politik, dan ekonomi, ditingkat cultural maupun structural. Permasalahan ini bila dirunut secara histories akan melahirkan akar permasalahan cukup relevans atas interpetasi “Kebenaran”  yang bersumber pada Agama dan Budaya sebagai perangkat konstruksi nilai Dominan ditingkat struktur, yaitu  Negara dan Rakyat.&lt;br /&gt;Keragaman tersebut sekaligus akan menjadi ancaman serta potensi apabila tidak terdialogkan dengan realitas kebenaran diluarnya, artinya dalam konsep pluralitas, mengimpikan bahwa dari sekian banyak terma dan kebenaran yang terinstitusi dalam perangkat supra dan infra struktur agama dan budaya, terjadinya akselerasi serta keseimbangan pemahaman bahwa wilayah kebenaran masing masing adalah milik pribadi serta tidak perlu diperdebatkan diruang publik. &lt;br /&gt;Konsep pluralitas sendiri lahir atas munculnya “truth claim”  berwatak monotheisme bagi publik, serta unsur misionarisnya untuk satu kebenaran yang dipaksakan oleh sebuah agama atau entitas cultural tertentu untuk publik (orang lain diluar dirinya). Padahal seharusnya  perihal demikian adalah sesuatu yang cukup dipahami serta diyakini dialam keyakinan “private”.&lt;br /&gt;Fokus pada keragaman Agama dan Budaya yang berwatak “truth claim” dan misionari, sesungguhnya  sangat naïf terjadi, karena hampir semua agama dalam perangkat nilai budaya menganjurkan kepada pengikutnya untuk “memanusiakan manusia”, begitu juga budaya, bahwa budaya adalah sejenis “kodifikasi” prilaku serta hasil pikir, pengalaman sebuah individu atau komunitas terhadap keadaan tertentu, akan tetapi sungguh ironi bahwa agama dan Budaya yang sampai pada kita adalah hasil produksi histories generasi masa lalu yang lebih kita terima sudah terinstitusikan, oleh karenannya eksistensi “kebenaran” yang ada dimasing masing ranah Agama dan Budaya beda pasti akan terjadi beda interpetasi baik dalam symbol maupun sebuah struktur yang mapan&lt;br /&gt; Perangkat analisa yang menarik telah ditawarkan oleh pakar pembaharu Islam seperi Hasan Hanafi misalnya, Ali engginer dll,  cukup menarik untuk digunakan, maka akibatnya adanya truth claim, yang nota benenya  memunculkan sebuah pengakuan kebenaran tunggal diwilayah Universal, hal ini adalah sesuatu yang naif  karena kenyataannya kita hidup tidak sendiri di muka bumi ini atau dimanapun, akan tetapi sesungguhnya sedang bergandengan dengan berbagai macam kebenaran kebenaran lainnya yang sangat beragam, disisi lain pembakuan struktur mapan oleh kenyataan ruang waktu tertentu, dalam Islam misalnya, ketika Umat Islam dari zaman pasca Rasulullah SAW yang telah sampai pada kita (sekarang) Islam sebagai sebuah agama telah banyak memproduksi penjelasan secara konsep terhadap realitas ke agamaan, munculnya aliran aliran teologi, fiqih dll yang beragam pada masa abbasiyah, sesungguhnya hal tersebut apabila dikolaborasikan akan menjadi khazanah kekayaan gerakan serta pengetahuan Islam,  akan tetapi karena telah dibangunnya struktur Sosial  mapan (agama dan Budaya terinstitusi) menjadikan kebenaran masa lalu tersebut menjadi kebenaran yang “mutlak”, sehingga kini  sampai sekarang menjadikan Islam sebagai agama yang Stagnan serta tak jarang ditampakan berwatak anarkhis. upaya yang harus dilakukan adalah mengawali dengan dekonstruksi struktur mapan ditingkat masyarakat tersebut sehingga proses reproduksi nilai lama yang terkonstekstualkan ditingkat actual, sehingga hakikat dari tujuan agama dan buaya yang sangat murni untuk kebaikan manusia sebagai tujuan termanifestasikan.&lt;br /&gt; Indonesia yang umumnya sebagai sebuah Negara yang hitrogen ditingkat cultur masyarakatnya, begitu juga dengan kenyataan  NTB dengan kenyataan masyarakat etnis dan agamanya sangat plural, sekilas nampak perbedaan  ini membuat sangat terbatas serta menjadikan  sekat yang berarti dalam relasi individu maupun social dalam komunitas, sehingga bagi kita yang memandang tersebut sebagai hambatan, maka akan kaku dalam memberikan interpetasi keragaman tersebut secara sepihak atas realitas diluar kita,  kecendrungan memandang keragaman tersebut sebagai biang konflik yang anarkhis, padahal dalam kenyataannya tidak demikian, keragaman budaya yang ada tidak lalu membuat kita skeptis pada budaya “orang lain” karena budaya yang lain tersebut tetap menyimpan kekayan serta muatan perubahan yang unggul dari kebudayaan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Civil Society menuju  Masyarakat Terbuka&lt;br /&gt;Masyarakat sipil mengimpikan terjadinya counter kuasa negara serta terjadinya penguatan Masyarakat ditingkat cultural, dua matra yang berbeda tersebut sesungguhnya sangat related, akan tetapi pada saat ini kita akan coba mensoroti, realitas cultural yang sama sama  menjadi peluang sekaligus pengambat  menuju terkosntruksinya civil society.&lt;br /&gt;Signifikansi Civil society adalah terkonsolidasinya gerakan Rakyat dalam menghadapi Hegemonic Kuasa dari manapun itu munculnya sehingga Masyarakat akan powerfull serta tidak rentan terhadap kenyataan yang kerap ditemui olehnya, Salah satu dari sekian benyak fenomena ditingkat cultural adalah,  realitas keragaman yang disadari akan adanya oleh masyarakat sendiri sehingga terciptanya masyarakat yang terbuka atas keragaman dan dia menyadari bahwa satu dengan yang lainnya saling membutuhkan.&lt;br /&gt;Impian masyarakat terbuka, adalah masyarakat yang sadar akan kenyataan keragaman sendiri, sehingga didalam masyarakat tersebut terjadi proses dialogis kebenaran kebenaran yang ada, diawali lahirnya kesadaran yang tinggi dari masyarakat sendiri, maka seandainya masyarakat itu sadar akan kenyataan keragamamnya, tidak ada lagi pengklaiman “aku” akan tetapi yang selalu dimunculkan adalah “kita” dan “kami”.&lt;br /&gt;Interaksi keragaman ditingkat masyarakat pada awalnya melahirkan perdebatan ditingkat kebiasaan (semantic) sedangkan substansinya mempunyai tujuan yang sama,  yaitu ingin hidup bahagia dan berkemakmuran, maka upaya yang harus dilakukan adalah kerja kerja penemuan serta pembongkaran kebiasaan kebiasaan yang tidak relevans, untuk ditampilkan pada ranah cultur beda, ini tidak berarti konfrontasi “kebenaranmu adalah milikmu dan kebenaranku adalah milikku”, akan tetapi signifikansi nya adalah  terjadi dialog menuju kesepahaman eksistensi serta hakekat budaya masing masing.&lt;br /&gt;Keragaman adalah sebuah kekuatan dari masyarakat sipil sendiri, karena  dengan keragaman masyarakat akan terkolaborasi dengan berbagai macam varian budaya dan agama ditingkat cultural sehingga menemukan titik signifikansinya dalam melakukan konsolidasi terkontruksinya civil society, disisi lain fenomena maraknya kerusuhan di Indonesia dewasa, melahirkan anarkhis, mulai dari kerusuhan yang bermuatan Etnik, Ras dan Agama, karena perdebatan pragmatis ditingkat masyarakat yang belum seutuhnya sadar akan kenyataan keragaman yang ada, sehingga didalamnya masyarakat akar rumput yang seharusnya menjadi basic civil society belum tersadarkan seutuhnya terhadap kenyataan pluralitas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4132615724309724704-1325577161440057952?l=yonk-q.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yonk-q.blogspot.com/feeds/1325577161440057952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4132615724309724704&amp;postID=1325577161440057952' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/1325577161440057952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/1325577161440057952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yonk-q.blogspot.com/2008/05/pluralitas-dan-masyarakat-sipil.html' title='Pluralitas dan Masyarakat Sipil'/><author><name>Yonk-Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13092667659679750285</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC74ZKL0pEI/AAAAAAAAADc/ZigFDwoE7aM/S220/YONK-Q.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4132615724309724704.post-2343267082486702091</id><published>2008-05-14T09:28:00.000-07:00</published><updated>2008-05-14T09:48:28.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bincang Ideologi'/><title type='text'>Kupas Pluralisme</title><content type='html'>Pada sebuah seminar, seorang pembicara dengan gamblang menjelaskan fenomena politik kekinian yang tidak berpihak pada rakyat, dia menjelaskan dalam kacamata akademisi sebagaimana background profesinya, dengan berapi api menyatakan bahwa penguasa saat ini tidak mampu menciptakan keseimbanagan politik, hal ini dapat dilihat dari "struktur kabinet" yang tidak mengakomodir realitas Pluralisme...&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam pandangannya Pluralisme adalah fakta yang harus menjadi kiblat semua pelaku politk di daerah ini,,,, tapi sungguh naif ketika pembicara menjlaskan makna pluralisme yang sangat "menindas" bahkan keluar dari rumus teoritik yang baik... Pluralisme menurut sang pembicara tersebut adalah "kebersamaan dalam keragaman" dimana perbedaan adalah sebagai bumbu sosial yang melezatkan relasi sosial atas perbedaan dalam kacamata sosial, dengan demikian mayoritas harus memberikan kesempatan kepada minoritas, karena  premisnya mayoritas=penguasa, maka mayoritas pasti berkuasa, dalam keuasaannya haus memberikan kesempatan bagi para minoritas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pembicara telah salah kparah memaknai Pluralisme, mungkin saja sang pembicara terlalu dijejali kepalanya dengan tumpukan buku yang teoritis hingga dia berani memberian pandangan seperti itu, dia pub berbicara seakan akan menguasai lapanagan puralisme sendiri,,, padahal pluralisme adalah "mengokohkan perbedaan dalam fakta perbedaan" dengan demikian asasi perbedaan itu sendiri tidak dibunuh oleh watak kebersamaan, karena term kebersamaan cendrung mengantipati realitas perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;simak saja statement sang pebicara tersebut yang menyatakan bahwa mayoritas sduah pasti berkuasa, ini sama dengan secara substansi sudah membunuh hak hak politik sosial bagi minoritas, disisi lain diapun berstatement bahwa pluralisme seakan akan tidak berwatak pluralitas, karena pluralis+isme sduah menjadi ideologi, berbeda dengan pluralitas yang lebih mendepankan fakta perbedaan,, serta bagaimana kemudian perbedaan menjadi energi perubahan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejauh ini masih banyak kalangan yang salah menafsiran arti pluralisme sebagai ideologi, sebut saja MUI (majelis Ulama Indonesia), yang mengeluarkan fatwa mengharakan pluralisme, sekularisme dan libaralisme... kalu saja pluralisme yang dimaksud oleh pembicara diatas ya.... setuju,,, tapi mari kita maknai lebih jauh pluralisme yang sesungguhnya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4132615724309724704-2343267082486702091?l=yonk-q.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yonk-q.blogspot.com/feeds/2343267082486702091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4132615724309724704&amp;postID=2343267082486702091' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/2343267082486702091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/2343267082486702091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yonk-q.blogspot.com/2008/05/kupas-pluralisme.html' title='Kupas Pluralisme'/><author><name>Yonk-Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13092667659679750285</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC74ZKL0pEI/AAAAAAAAADc/ZigFDwoE7aM/S220/YONK-Q.bmp'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4132615724309724704.post-7941423960212689851</id><published>2008-05-14T09:10:00.001-07:00</published><updated>2008-05-14T09:27:00.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Si Penelepon "Merah"</title><content type='html'>Sore tadi, aku dikejutkan kembali oleh SMS, seorang kawan dari Lombok Timur, yang menyatakan bahwa, seseorang warga dikampungnya dikebumikan karena wafat, akibat menerima sms/telpon dari si "penelepon Merah".... dalam pesan singkat kawanku tersebut, agar kerabat, keluaga dan handai tulan behati hati menerima telpon yang tidak jelas identitasnya tersebut dan dengan tanda warna merah...&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;konon katanya apabila kita menerima telpn tersebut, si penerima akan dihisap darahnya hingga "tewas"... masih info dari kawanku tersebut, bahwa Camat setempat sempat menghadiri pemakaman korban tersebut, bahkan pihak keluarga sempat kewalahan melayani pengunjung yang berjumlah rbuan orang, atas gegernya meninggalnya korban "sipenelepon merah" tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu "si pnelepon Merah" yang beredar via sms dewasa ini sangat santer, bukan saja di Lombok bahkan diseleuruh Indonesia, tak heran media televisi sempat memberitakan tentang kebenaran asal usul berita tersebut, sebut saja METRO TV dua hari yang lalu pernah menayangkan berita serupa, bahkan meng counternya", bahwa isu tersebut tidaklah benar adanya, mungkinkah...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari semua fakta dan ilusi diatas, akan tetapi ada sebuah anggel dari isu tersebut, yaitu "Keresahan Publik" atas suasana yang diciptakan, disana sini beberapa kawanku yang coba dikontak via handphone sebagian mailbox, padahal saat ini aku punya kepentingan  mendesak dengannya, disisi lain sebagian besar konsentrasi masyarakat tersedot pada hal hal yang absurd, kenapa demikian... ya karena memang masyarakat Indonesia cendrung suka dengan hal hal mistis nan modernis... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan tetapi sadarkah kita bahwa memang di era Penguatan Demokrasi ini, reproduksi isu  publik sangatlah "mempan" untuk mengkatrol reting Penonton Televisi, begitu pula para pejabat pelaku pidana paling tidak,bersendawa untuk tidak disoroti, atau fenomena "training" masyarakat untuk kecerdasan emosi politik,,, hingga "elite" di indonesia hobinya menciptakan dinamika dengan mereproduksi isu, ya terserahlah... bagaimana kita melihat persoalan itu..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang jelas "si penelopon merah" telah menjadi icon pemeberitaan media dan telah terkonstruksi menjadi fenomena masyarakat Indoensia dewasa ini...! &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4132615724309724704-7941423960212689851?l=yonk-q.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yonk-q.blogspot.com/feeds/7941423960212689851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4132615724309724704&amp;postID=7941423960212689851' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/7941423960212689851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/7941423960212689851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yonk-q.blogspot.com/2008/05/si-penelepon-merah.html' title='Si Penelepon &quot;Merah&quot;'/><author><name>Yonk-Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13092667659679750285</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC74ZKL0pEI/AAAAAAAAADc/ZigFDwoE7aM/S220/YONK-Q.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4132615724309724704.post-4365115875872628242</id><published>2008-05-14T08:51:00.000-07:00</published><updated>2008-05-14T08:56:17.185-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berwisata di pulau Sumbawa'/><title type='text'>Danau Pulau Satonda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SCsLeqL0o_I/AAAAAAAAACI/b_TXO8u_Fc8/s1600-h/Satonda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SCsLeqL0o_I/AAAAAAAAACI/b_TXO8u_Fc8/s320/Satonda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200262816077226994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pulau Sumbawa adalah salah satu dari dua pulau besar di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Di pulau Sumbawa terdapat tiga daerah kabupaten yaitu Sumbawa di bagian barat, Dompu ditengah dan Bima di sebelah timur. Pada musim kemarau, ketiga daerah ini terlihat gersang karena bukit dan gunung menjadi gundul kekeringan. Coklatnya bukit ditemui di sepanjang perjalanan di daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, ternyata pulau Sumbawa tidak miskin potensi obyek wisatanya. Kabupaten Sumbawa memiliki obyek wisata tradisional selain alam pantai. Kabupaten dan kota Bima memiliki potensi wisata budaya dari peninggalan kerajaan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di wilayah Kabupaten Dompu yang terletak di bagian tengah pulau Sumbawa ini, selain ada lokasi selancar di Pantai Lakei - di bagian selatan yang sudah sangat dikenal oleh peselancar dunia. Kemudian, gunung api Tambora di utara yang letusannya pada tahun 1815 terdahsat di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat letusannya, terbentuk lubang sedalam satu kilometer dan radiusnya tujuh kilometer, telah menyirnakan tiga kerajaan lokal di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Yaitu Kerajaan Pekat, Sanggar dan Tambora yang merupakan taklukan dari kerajaan Bima. Dentuman paroksismal dirasakan oleh penduduk yang berada di pulau Bangka dan Belitung. Gempa bumi yang terjadi bersamaan letusan tersebut dirasakan di Surabaya dan gelap gulita selam tiga hari akibat asapnya dialami masyarakat pulau Madura pada jarak 500 kilometer dari pusat letusan. Tinggi asap letusan menjulang tinggi ke angkasa mencapai puluhan kilometer sehingga mempengaruhi perubahaan global terhadap sistem iklim dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di seberangnya barat laut dari Tambora tersebut, ada pulau Satonda. Inilah sebuah pulau gunung api di seberang daratan pulau Sumbawa. Di dalam pulau seluas 4,8 kilometer persegi tersebut terdapat danau seluas 0,8 kilometer persegi. Semua dasar danaunya berkarang. Airnya pun rasa asin. Menariknya, setiap terjadi pasang surut air laut di luar pulau tersebut, juga hal yang sama terjadi di danau tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah obyek wisata yang telah belasan tahun diperebutkan kewilayahannya oleh Pemerintah Kabupaten Bima dan Pemerintah Kabupaten Dompu. Terletak dekat desa Nangamiru Dompu, Satonda menjadi persinggahan wisatawan dalam pelayaran dari Bali ke Flores-NTT. Satonda dipuji danaunya yang berair laut adalah keajaiban dunia. Air laut mengalir melalui bawah tanah. Apabila air laut surut maka danau pun menjadi surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Satonda yang disebut sebagai taman wisata itu pernah diteliti diantaranya oleh E.T.Degens, V Ittekot Stephan Kempe (Institute of Biogechemistry and Marine Chemistry, University of Hamburg Jerman) pada bulan Nopember 1984, Prof. D.Eisma, Josef Kazmierczak (Institute of Paleobiology, Polish Academy of Sciences Polandia) pada bulan Desember 1986 dan 1995. Prof.How Kin Wong dan Uwe Selge, 4 Oktober 1986.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarahnya, diperkirakan air laut memasuki danau yang semula kaldera gunung Satonda sekitar tahun 2000 sebelum masehi. Masuknya air laut ke sana sewaktu meletusnya gunung Tambora tahun 1815 dilihat dari bagian-bagian yang runtuh pada bagian selatan bibir yang mengitari danau itu. Diperkirakan tinggi air laut yang menerjang dinding selatan Satonda itu sekitar 10 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedalaman danaunya bervariasi antara 15-69 meter. Airnya bening. Keasinannya pun berbeda. Pada permukaan hingga 22,8 meter kadar asin 90 persen dibanding air laut. Sedangkan di kedalaman 50 meter ke bawah melebih air laut yaitu 108-117 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di laut bisa ditemui ikan terbang, lumba-lumba. Sedangkan di daratannya, bisa dijumpai menjangan (rusa). Di sana terdapat pohon Kalibuda yang getahnya beracun bisa membutakan mata, dipercaya sebagai pohon keramat. Pada ranting-rantingnya bergantungan ”batu cita-cita”. Yaitu batu yang diikat tali digantungkan pada rantingnya yang dipercayai sebagai tempat menyalurkan keinginan. Di sebelahnya ada makam keramat seseorang yang dipercayai mengalami mukso (raganya menghilang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ke sana, akan bertemu penjaganya, Letnan Muda I (purn) Pudjadi R, yang mengaku teman sekolahnya Laksamana Sudomo, sekompi dengan Jenderal Susilo Sudarman dan Jenderal Gatot Soebroto. Kata Pudjadi, di situ pun Sudomo sewaktu berkunjung pernah ikut menggantungkan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk para pecinta alam, dari bukit di sana terlihat panorama alam dan matahari yang tenggelam. Yang menyukai panjat tebing di sana terdapat tebing terjal, bukit berhutan dan semak belukar yang ditumbuhi bermacam tumbuhan berduri. Untuk ilmuwan atau mahasiswa, bisa dilakukan penelitian terbentuknya sedimen, mikrobiologi, biokarbonat, jenis lumut dan karang serta perubahan zat kimia. Suasananya juga dilengkapi suara kicaunya burung dan monyet. Si babi hutan mencari makan dan menjangan yang berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wakil Kepala Dinas Pertambangan Nusa Tenggara Barat Heryadi Rachmat, di Satonda ada tumbuhan yang telah menjadi fosil (prekambrium) yang dari umurnya sangat tua sekali di dunia. Bisa mencapai jutaan tahun dari aspek geologi dan biologi. ”Beberapa ahli datang ke sana karena tertarik hal tersebut,” ujarnya. Di danau tersebut terdapat karang yang sebenarnya hanya ada di laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung tersebut telah menjadi lubang kawah yang sempat terendam laut sehingga tumbuh karang yang beberapa ribu tahun lalu karang itu mati menjadi batu karang. ”Jadi semua dasar danau itu karang semua,” ucap Heryadi. Dan adanya tanda-tanda gunung api di pinggirnya kelihatan lapisan strato - antara pasir dan batu lava jadi merupakan hasil gunung api itu jelas sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh masyarakat Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu Masangan Losong,  yang dikutip Heryadi, melalui publikasi khusus yang diterbitkan Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi Indonesia Nusa Tenggara, hasil penelitian menyebutkan bahwa Satonda sebenarnya adalah sebuah pulau vulkanik (gunung berapi) yang timbul dari kedalaman 1000 meter. Akibat letusan yang tidak dipastikan waktunya, terjadi kaldera yang membentuk sebuah danau  yang menyerupai angka delapan, kawah yang besar di sebelah selatan berdiameter 950 meter sedangkan yang di sebelah utara berdiameter 400 meter. Tingkat keasamannya PH 7,08-8,27 dan temperatur air 28,3 C-39,0 C. Pada awal-awalnya air di dalam danau adalah air tawar akan tetapi karena terjadinya perubahan pantai atau tsunami yang merupakan akibat dari letusan Gunung Tambora, 15 April 1815, maka air danau tersebut menjadi asin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di utara Kabupaten Dompu ini, pulau Satonda yang tanpa penghuni ini - karena puluhan tahun lalu dialihkan ke daratan seberang, setiap minggunya selalu ada saja datang kapal-kapal pesiar dari Bali dan Lombok sebagai persinggahan perjalanannya dari dan ke pulau Komodo. Satonda selama ini selalu menjadi perebutan penguasaannya oleh Pemerintah Kabupaten Bima dan Pemerintah Kabupaten Dompu. Berkaitan dengan potensi wisata, penduduk yang tinggal di Satonda dipindahkan ke Labuhan Kenanga-Bima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan utara ini, oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Dompu, dicantumkan masuk dalam jalur segi tiga emas Tamosa. Yaitu pendakian ke gunung Tambora. Pulau Moyo di sebelah barat ? masuk Kabupaten Sumbawa - yang terkenal dengan hotel tenda Amanwana Resort yang pernah didatangi Lady Diana dari Inggris dan Pangeran William dari Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi masyarakat Kabupaten Bima, sejak zaman kerajaan, Satonda memang telah masuk wilayah Kengkelu-Tambora yang berkiblat ke Bima. Dompu pun waktu itu merupakan bagian dari Bima. Namun, pihak Dompu berpendapat berdasar perjanjian antara Belanda dan Kesultanan Dompu tahun 1886 dan 1905, bahwasanya status Satonda masuk wilayah Kesultanan Dompu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, akhir tahun 1995, gubernur NTB (waktu itu) H Warsito menyerahkan pulau Satonda kepada Pemda Kabupaten Dompu. Ketika itu, ada tiga pertimbangannya. Dari segi geografis, demografi dan kondisi daerah. Tetapi, sejak itu mendapat reaksi DPRD Bima yang menolak SK gubernur NTB nomor : 678 Tahun 1995 tertanggal 26 Desember 1995.(supriyantho khafid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke Satonda&lt;br /&gt;Pulau Satonda ini terletak di Laut Flores, sekitar tiga kilometer dari semenenanjung Sanggar. Kordinat posisinya, 8 derajat 7 menit Lintang Selatan dan 117 derajat 45 menit Bujur Timur.  Apabila kita datang ke Nusa Tenggara Barat melalui kota Mataram, maka perjalanan ke Dompu bisa ditempuh menggunakan bus yang berangkat pada pagi hari atau sore. Ongkosnya Rp60 ribu. Kemudian dari Dompu menggunakan bis yang ongkosnya ke Calabahi Rp15 ribu dan ongkos carter penyeberangannya menggunakan speed boat, sekitar Rp50 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kota Dompu, agak berat menjangkaunya. Untuk bisa sampai di seberang pulau itu,  diperlukan perjalanan darat yang melelahkan. Sebenarnya, wilayah utara Dompu ini sebagian jalan daerahnya belum mulus beraspal. Jarak 106 kilometer dari kota Dompu ke Calabahi waktu tempuhnya sekitar 6 jam, tidak nyaman dilalui karena jalannya banyak berlubang sehingga terasa melelahkan. Karena itu, lebih banyak wisatawan yang datang ke sini melalui jalur laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisata di utara Kabupaten Dompu ini bisa berburu karena banyak babi hutan yang oleh rakyat dianggap sebagai hama, pendakian gunung Tambora, juga meninjau perkebunan kopi dan mete baik yang dikelola oleh perusahaan maupun masyarakat setempat yang sebagian besar para transmigran asal Lombok. Perkebunan mete mencapai 5.000 hektar. Oleh karenanya wilayah utara ini disebut sebagai daerah agrowisatanya Dompu.(supriyantho khafid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Tambora&lt;br /&gt;Gunung Api Tamboran sangat terkenal di dunia. Letusannya, yang terjadi 10-11 April 1815 sangat dahsyat menimbulkan korban 92.000 jiwa.  Lokasinya sekitar 30 kilometer arah tenggara seberang dari Satonda. Secara geografis berada pada posisi 08 derajat 15 menit Lintang Selatan dan 118 derajat 00 menit Bujur Timur. Seluruhnya masuk wilayah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Namun seluruh bagian puncaknya (kaldera) terletak dalam wilayah Kabupaten Bima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung api Tambora merupakan gunung api aktif strato tipe A, ketinggiannya +2.852 meter memiliki kaldera dengan garis tengah bibir sekitar 7 kilometer dan dasar kawah 3.500 kali 4.000 meter, dan kedalamannya sekitar 950 meter. Di dalam kaldera sebelah barat terdapat sebuah danau dengan garis tengah arah selatan utara sekitar 800 meter, timur barat 200 meter, mempunyai kedalaman mencapai 15 meter yang terletak pada ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut. Pada dasar kawah di bagian selatan terdapat kerucut parasit bergaris tengah mencapai 100 meter dengan ketinggian sekitar 10 meter yang disebut Doro Afi Toi (gunung api kecil) yang merupakan pusat kegiatan gunung api Tambora saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melalui Bima, melalui Desa Doropeti di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu - bagian selatan gunung Tambora yang merupakan lokasi Pos Pengamatan Gunung Api Tambora dengan waktu tempuh sekitar lima jam. Sedangkan apabila langsung dari Mataram melalui Pelabuhan Poto Tano Sumbawa waktu tempuhnya sembilan jam ke Doro Peti yang terletak di ketinggian sekitar 24 meter di atas permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai puncak atau bibir kaldera gunung api Tambora ini, pendakian dapat dilakukan dari beberapa arah diantaranya yaitu jalur sebelah barat melalui Calabahi dan kampung Pancasila sampai ke bibir kaldera bagian barat. Jalur ini merupakan lintasan umum namun memerlukan waktu yang cukup lama yaitu bisa mencapai 2-3 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur dari sebelah utara melalui desa Kawinda Nae sampai bibir kaldera bagian utara, jalur ini relatif lebih pendek dan cepat melalui hutan namun jalannya terus mendaki dari sejak awal pemberangkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur dari arah sebelah barat daya dari kampung Doropeti ke arah timur laut sampai bibir kaldera bagian barat-barat daya, melalui hutan lebat yang banyak ditemukan pohon Jelatang atau nama setempat Maladi yaitu tumbuhan yang menyengat bila terkena kulit serta banyak dijumpai pacet atau lintah. Waktu tempuhnya sekitar 1,5 hari dari pos melalui hutan, lereng dan bibir kaldera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur dari sebelah selatan melalu Desa Doropeti ke arah timur sekitar 12 kilometer melalui jalan aspal kemudian belok ke utara mendaki melalui perkebunan sampai ke bibir kawah bagian selatan, waktu tempuhnya sekitar sehari. Pada jalur ini merupakan alang-alang yang kering dan gersang, namun dapat dilalui roda empat jenis jip sampai ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut dalam waktu tiga jam. Kemudian dilanjutkan jalan kaki sampai bibir kawah sekitar 3-4 jam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4132615724309724704-4365115875872628242?l=yonk-q.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yonk-q.blogspot.com/feeds/4365115875872628242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4132615724309724704&amp;postID=4365115875872628242' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/4365115875872628242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/4365115875872628242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yonk-q.blogspot.com/2008/05/danau-pulau-satonda.html' title='Danau Pulau Satonda'/><author><name>Yonk-Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13092667659679750285</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC74ZKL0pEI/AAAAAAAAADc/ZigFDwoE7aM/S220/YONK-Q.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SCsLeqL0o_I/AAAAAAAAACI/b_TXO8u_Fc8/s72-c/Satonda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4132615724309724704.post-8590447016164074606</id><published>2008-05-14T08:30:00.000-07:00</published><updated>2008-05-14T08:51:32.592-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berwisata di pulau Sumbawa'/><title type='text'>Obyek Wisata Seputar Pulau Sumbawa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SCsHXqL0o-I/AAAAAAAAACA/icwQXd3xajk/s1600-h/aman+gati+copy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SCsHXqL0o-I/AAAAAAAAACA/icwQXd3xajk/s320/aman+gati+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200258297771631586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kemajuan yang pesat, setelah berkembang sejak tahun 1987. Malah dikatakan telah mengalami kemajuan 35 tahun ke depan. Tetapi, berkembangnya pariwisata di daerah tetangga provinsi Bali ini belum merata. Bisa dikatakan sebagian besar hanya ke Lombok. Pulau Sumbawa belum banyak terjamah.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;NTB, pada tahun awalnya pariwisata berkembang 1987 hanya didatangi 25.714 orang wisman dan 53.402 orang wisnu. 1993 sudah mencapai 140.442 orang wisman dan 106.907 orang wisnu. Tetapi, konsentrasinya masih di pulau Lombok saja yang jumlahnya 114.891 orang wisman dan 77.443 orang wisnu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pulau Sumbawa terdapat tiga daerah kabupaten tingkat II yaitu Sumbawa di bagian barat, Dompu ditengah dan Bima di sebelah timur. Pada musim kemarau, ketiga daerah ini terlihat gersang karena bukit dan gunung menjadi gundul kekeringan. Coklatnya bukit ditemui di sepanjang perjalanan di daerah ini. Meskipun demikian, ternyata pulau Sumbawa tidak miskin potensi obyek wisatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima, memiliki posisi strategis karena merupakan daerah persinggahan wisatawan yang hendak pergi atau kembali dari pulau Komodo. Data Dinas pariwisata NTB 1993 menyebutkan wisman yang menginap di sana sebanyak 9.823 orang dan wisnu 12.593 orang. Karena itu, pula NTB memanfaatkan letaknya yang berada di daerah segitiga emas pariwisata. Di barat adalah pulau Bali, Tanah Toraja-Sulawesi di utara dan Komodo di timurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kabupaten Bima, di sini ada banyak pantai yang indah namun masih perawan. Tidak kalah indahnya dari alam pantai di Lombok seperti Senggigi (Lombok Barat) atau A’an (Lombok Tengah). Di Bima ada pantai Lamere di Teluk Matamboko-Kecamatan Sape yang berhadapan dengan pulau Komodo. Atau Asa Kota - yang berarti pintu masuk kota melalui laut - yang dilengkapi peninggalan sejarah penjajahan Belanda berupa benteng dan peninggalan Jepang berupa goa dan tangki-tangki minyak serta dari tulisan Arab berbahasa Melayu diketahui adanya kuburan penyebar Islam Abdul Karim Daeng Makule di pulau Nisa yang kini disebut sebagai pulau Kambing. Untuk ini, telah diprioritaskan peningkatan jalan mulai bandara Sultan Salahudin hingga pelabuhan laut Sape yang biayanya miliaran rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Bima sebagai daerah persinggahan memiliki kekuatan daya tarik obyek sejarah dan budaya selain beberapa pantai. Coba saja lihat istana dan barang peninggalan Sultan Salahudin di kota Bima yang kini dijadikan museum daerah Asi Mbojo. Di sebelah pintu masuk terdapat tiang bendera yang terbuat dari bekas tiang layar kapal perang kerajaan Bima. Belum lagi yang ada di rumah pribadi keluarga sultan yang kini didiami oleh anaknya yang ke-5 puteri Siti Sulaeha. Mulai dari pakaian kebesaran hingga kitab suci Al-Qur’an yang ditulis tangan berukuran 30 kali 50 senti. Ada pula museum budaya Samparaja milik puteri Siti Maryam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan dari kota Raba-Bima menuju Sape pun tak kurang obyek yang bisa dilihat. 14 kilometer arah timur, terdapat Jurang Pengantin yang berada di ketinggian 200 meter di atas permukaan laut menampilkan suasana kota Bima dari kejauhan. Cahaya lampu malam hari terlihat gemerlap. Hanya, tidak enaknya kalau pada musim kemarau. Bukit-bukit di sekitarnya berwarna merah karena kekeringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kilometer di timurnya, di desa Ntori Kecamatan Wawo terdapat lumbung padi kolektif milik penduduk yang jumlahnya mencapai 100an buah. Pada satu lokasi berbentuk Jompa. Sedangkan di lokasi lainnya berbentuk Lengge. Masing-masing lingkungan lumbung tradisional ini dipagari dan dikunci. ‘’Untuk membuka lumbung harus seizin pemegang kunci dan waktunya tertentu,” ujar Abdul Manaf M.Said Husny (La Sangi) yang pernah menjabat Kepala Dinas Pariwisata Bima..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar desa tersebut juga terdapat pesanggrahan Wawo yang dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan sultan. Kemudian berjalan ke timur lagi ada desa Maria yang terkenal dengan pengrajin batu permata Wadu Ake. Belum lagi kesenian tradisionalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang sekali, potensi industri wisata di daerah ini belum tergarap. Setidak-tidaknya seperti yang sudah dilakukan di Lombok, ada pedagang acung kaos atau kerajinan gerabah. Sehingga tidak banyak masyarakat yang bisa menikmati dampak berkembangnya pariwisata dan dijadikannya Bima sebagai persinggahan oleh wisatawan yang hendak ke Komodo. Contohnya, tak ada tanda-tanda kehidupan wisata di lokasi-lokasi tadi. ”Kami memang masih ketinggalan,” ujar La Sangi ketika ditanya tiadanya kios-kios cinderamata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kabupaten Dompu, memang ada pulau wisata Satonda yang tanpa penghuni yang setiap minggunya didatangi kapal-kapal pesiar dari Bali dan Lombok sebagai persinggahan perjalanannya dari dan ke pulau Komodo. Kawasan utara ini masuk dalam jalur segitiga emas Tamosa. Yaitu pendakian ke gunung Tambora. Pulau Moyo di sebelah barat yang terkenal dengan hotel tenda Amanwana Resort yang pernah didatangi Lady Diana dari Inggris dan Pangeran William dari Belanda. Di utaranya adalah pulau Satonda seluas 2 kilometer persegi yang tidak hanya memiliki pantai dan taman laut yang indah tetapi juga ada danau berair asin seluas 200 hektar yang kedalamannya 60-70 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang wisata ke utara ini bisa berburu karena banyak babi hutan yang oleh rakyat dianggap sebagai hama, pendakian gunung Tambora, juga meninjau perkebunan kopi dan mete baik yang dikelola oleh PT Bali Anacardia maupun masyarakat setempat yang sebagian besar para transmigran asal Lombok. Sejak tiga tahun terakhir ini perkebunan mete sudah mencapai 5.000 hektar. Oleh karenanya wilayah utara ini disebut sebagai daerah agrowisatanya Dompu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah utara Dompu ini sebagian daerahnya jalan tidak begitu baik. Jarak 106 kilometer dari kota Dompu ke Calabahi yang waktu tempuhnya sekitar 3,5 jam terasa melelahkan. Karena itu, lebih banyak wisatawan yang datang ke sini melalui jalur laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dompu selatan telah memiliki kawasan andalan pantai Lakei yang berombak dan telah dikenal oleh para peselancar dunia. Jaraknya 30an kilometer dari kota. Sejak beberapa tahun terakhir ini memang menjadi sasaran kehadiran peselancar dari mancanegara. Istimewanya pantai Lakei, menurut Irianto yang memiliki Malingi Cottage, karena lebarnya bentangan ombak, tidak membuat para peselancar kerepotan bermain selancar. ”Sekaligus turun delapan puluh peselancar tidak masalah,” ujarnya. Apalagi di sana ada lima jenis gelombang yaitu periscope, nangas, Lakei peak, Lakei pipe dan Capeal stone yang cocok untuk para peselancar bukan pemula. Sudah ada banyak penginapan yang relatif cukup bagus pada areal kawasan Lakei seluas 600 hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peselancar bule yang ke sana kalau cocok ombaknya, bisa berminggu-minggu. Apalagi kini tidak mengenal musim, setiap bulan bisa ditemui ombak yang bagus untuk berselancar. Seorang perawat asal Melbourne-Australia Peter Loddon yang bukan peselancar mengingatkan bahwa Lakei bukan untuk peselancar pemula. Lakei berjarak sembilan kilometer dari Kecamatan Hu’u atau 38 kilometer dari kota Dompu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kabupaten Sumbawa, kelihatannya lebih siap menjual obyek wisatanya. Paket wisata yang biasa ditawarkan ke wisatawan yang datang, dibawa ke sentra pengrajin pandai besi di dusun Talwa desa Batu Bulan sekitar 12 kilometer dari kota Sumbawa Besar. Riwayatnya, di sini tinggal orang-orang kepercayaan Sultan Sumbawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dusun ini memang sudah pernah dijual dalam paket wisata untuk para wisatawan kapal pesiar Bali Sea Dancer yang merapat di pelabuhan Badas-Sumbawa. Tidak hanya melihat para pengrajin bekerja membuat parang dan pisau yang oleh wisman asal Jerman disebut Solingen Sumbawa. Tetapi ada sanggar tari yang ikut mewarnai daya tarik menyambut wisatawan. 12 orang wanita memainkan ratib rebana. Yang disambut pun ikut larut berjoget di atas panggung. Dari jualannya sendiri, setiap rombongan yang datang tak kurang membeli puluhan parang pendek Layong atau parang Calak yang harga perbijinya Rp25-40 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas meninjau dusun Talwa, kami diajak mandi air terjun Ai Beling yang berjarak 30an kilometer jauhnya. Jalan masuk ke air terjun ini sepanjang enam kilometer walaupun menanjak tajam tetapi telah diaspal yang biayanya lebih dari semiliar rupiah. Ai Beling ini dulunya merupakan hutan perburuan Sultan Muhammad Djalaludin III. Di sana, terdapat hamparan batu datar seluas sehektar. Air mengalir melalui celah dataran batu tersebut. Mandi di bawah aliran yang jatuh setinggi 1,5 meter terasa enak sekali. Selain segar, punggung yang tertimpa jatuhnya air seperti dipijat dengan enaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya yang perlu diwaspadai, di situ terdapat sumur-sumur air yang membahayakan bila tidak waspada melewatinya. Kedalamannya diperkirakan lebih dari lima meter. Orang yang tinggi badannya hanya 160 sentimeter apabila terperosok kakinya tidak menyentuh dasar. Airnya pun memutar di dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisatawan kapal pesiar bisa berkunjung pula ke dusun Pemulung. Di sini, para wisman disambut atraksi menumbuk padi wanita setempat di bawah rumah panggung. Para wisman pun diberikan kesempatan memasuki rumah penduduk dan menyaksikan perkawinan adat. Mulai dari persiapan sang calon pengantin wanita yang menangis di dalam selubung kain sarung hingga acara manggungnya di pelaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perkampungan penduduk pun wisman digiring ke balai dusun yang menyiapkan hasil kerajinan tenunan, rajutan benang anak-anak SD setempat yang sengaja diperagakan langsung oleh puluhan siswa. Juga dijual kerajinan terompet dari daun lontar dan rebana Sumbawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih menarik lagi, adanya atraksi Barapan Kebo atau balapan kerbau yang disiapkan terlebih dahulu. Barapan kerbau ni bukan seperti balapan sapi di Madura. Setiap pasang kerbau yang dikendalikan oleh jokinya di atas papan di belakang yang ditarik bukan lari adu cepat. Arenanya di sawah berlumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pasangan kerbau tersebut mengejar sebuah tonggak Saka di ujung arena - yang dikendalikan oleh Sanro (dukun) Saka yang melalui mantra-mantranya berupaya mengalihkan kerbau agar tidak menabrak Saka. Di sini terjadi adu kemampuan dua orang sanro. Yang satu sanro kerbau yang berupaya membawa kerbau menabrak Saka. Sebab, apabila sepasang kerbau mampu menabrak saka berarti menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada atraksi ini selain wisman diberikan kesempatan menjadi joki, juga para wisman diberikan kesempatan menyerahkan hadiah berupa pakaian kepada para joki yang memenangkan barapan kebo. Setiap usai menyerahkan hadiah, oleh penerimanya para wisman diajak berputar-putar bagaikan berjoget. ”Fantastik,” begitu ucap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumbawa sendiri juga memiliki peninggalan sejarah yang amat berharga yaitu Bala Kuning - rumah sultan Sumbawa beserta barang-barang peninggalannya berupa pakaian diantaranya kopyah emas dan foto-fotonya. Memang, Sumbawa telah lebih maju pariwisatanya. Tidak jarang, pengusaha perjalanan yang berkedudukan di Mataram sering mengantar tamunya yang membeli paket wisata sehari ke Sumbawa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4132615724309724704-8590447016164074606?l=yonk-q.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yonk-q.blogspot.com/feeds/8590447016164074606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4132615724309724704&amp;postID=8590447016164074606' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/8590447016164074606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/8590447016164074606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yonk-q.blogspot.com/2008/05/obyek-wisata-seputar-pulau-sumbawa.html' title='Obyek Wisata Seputar Pulau Sumbawa'/><author><name>Yonk-Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13092667659679750285</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC74ZKL0pEI/AAAAAAAAADc/ZigFDwoE7aM/S220/YONK-Q.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SCsHXqL0o-I/AAAAAAAAACA/icwQXd3xajk/s72-c/aman+gati+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4132615724309724704.post-5494319962138018708</id><published>2008-05-13T11:07:00.001-07:00</published><updated>2008-05-13T11:14:12.960-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Islam Bayan</title><content type='html'>Desa Bayan, Lombok Barat bagian utara, sekitar 70 km kearah utara kota Mataram, ibu kota propinsi Nusa Tenggara Barat. Terdapatlah komunitas Islam yang hidup dalam aturan dan norma mereka sendiri&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;mereka hidup begitu rukun dan tentram seakan akan tidak pernah terusik dengan perkembangan zaman yang kian hari semakin canggih dan modern.&lt;br /&gt; Disana terdapat sebuah komunitas Islam yakni Masyarakat Islam wetu telu “waktu tiga” (walaupun orang Bayan tidak sepakat dengan Istilah ini) yang sangat rekat dengan Islam dan Budaya Lokal. Dalam melakukan ritus - ritus keagamaan mereka berdasar ajaran Islam namun pengaruh budaya yang dominan. Mereka Syahadat terhadap Islam, mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT . Mereka melakukan ibadah syari’at yang lain (seperti  Sholat (Subuh, Zohor dan Isya ), Puasa tidak ber-Haji dan ber-Zakat),  sebagaimana orang islam lainnya. Akan tetapi mereka mempunyai cara pandang serta cara ibadahnya sendiri, yang menurut mereka itu adalah benar yang sudah dilakukan secara kontiunitas oleh generasi pendahulu mereka dan orang orang yang dianggap paham serta mengerti dalam komunitasnya. &lt;br /&gt;Ibadah menurut mereka  adalah perangkat kehidupan yang senantiasa harus dipraktekan yang didalamnya terdapat nilai nilai yang harus diterjemahkan dalam kehidupan pribadi maupun bersama. Ini dapat dilihat dari pola budaya yang dibangun. Sholat adalah merupakan bagian ibadah yag dipahami dan dijalankan, karena hal ini adalah sesuatu yang mempunyai makna Filosofis tersendiri yang susah dicerna oleh orang diluar komunitas mereka. Artinya bahwa perangkat ibadah yang dilakukan bukan lah semata rutinitas an-sich akan tetapi disertai dengan kesadaran nilai yang tinggi bagi komunitas tersebut.&lt;br /&gt; Nampaknya keberadaan orang Bayan tersebut menjadikan kita untuk melakukan refleksi kembali terhadap tata kehidupan yang ada. Apakah kita melakukan ibadah hanya sebatas simbol dan pertanda saja ?. yang kebanyakan dari kita tidak mengerti apa makna dari sebuah penyembahan terhadap Tuhan. Tetapi apapun  bentuknya ibadah bagi orang Bayan bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan, karena mereka yakin bahwa apa yang telah dilakukan adalah implementasi dari keyakinan mereka terhadap Tuhan. Sebagaimana Ibrahim menganggap Bulan adalah Tuhannya sebelum ia menemukan Matahari, begitupun hal tersebut akan berjalan terus menerus.&lt;br /&gt;Keragaman dalam pandangan mereka adalah hakikat yang telah berjalan dalam perjalanan sejarah nenek moyangnya. Gambaran ini dapat dilihat ketika dalam ritus Ibadah orang Bayan, pada moment atau saat terntentu menjadikan media tersebut sebagai alat komunikasi antar sesama. Seperti melibatkan masyarakat Hindu dan Budha yang hidup dalam satu ikatan dengan mereka, yang kerap dilibatkan dalam aktivitas agama dan budaya. Hal ini menandakan bahwa Orang Bayan begitu sensitif dengan keadaannya,  sebagai manusia yang memang diciptakan oleh Allah SWT  dalam keadaan yang berbeda dan beragam. Perbedaan tersebut bukanlah tuntutan untuk memisahkan diri dengan sejarah dan kenyataan mereka sebagai mahluk Allah SWT yang senantiasa berinteraksi dengan sesama.&lt;br /&gt; Kebenaran yang diyakini oleh Orang Bayan tersebut adalah kebenaran yang dilatari oleh nilai - nilai Islam yang mereka terima. Bukanlah sesuatu yang diramu baru untuk mendistorsi Islam yang dipahami oleh sebagian besar umat Islam yang Hidup di Lombok dan Indonesia pada umumnya. Hanya kebanyakan dari kita menganggap bahwa orang bayan sudah melakukan praktek Islam yang “salah” yang perlu diluruskan dan didakwahi.&lt;br /&gt;Setiap Manusia mempunyai cara pandang dan keyakinan sendiri. Dan jika keyakinan untuk beriman adalah sebuah Hidayah dari Allah SWT, maka cukuplah itu menjadi keyakinan kita secara pribadi serta tidak ada hak kita untuk memaksakan keyakinan tersebut kepada orang lain. Karena setiap orang berhak untuk mendapatkan keyakinannya tersebut sebagaimana kita meyakini keyakinan kita.&lt;br /&gt;Bukankah Allah SWT telah menyatakan dalam Al-Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau Tuhan kamu menghenendaki; maka akan berimanlah semua manusia yang ada dimuka bumi. Apakah kalian hendak memaksa manusia agar mereka beriman” (Surat Yunus,10.99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ayat al Qur’an tersebut mengungkapkan kekuasaan Tuhan terhadap kenyataan semu (Takdir Tuhan) yang diciptakan Allah SWT. Apapun yang melatari alasan kita untuk mengucilkan pandangan seseorang terhadap sebuah kebenaran yang diyakini, sesungguhnya kita adalah sama dengan orang lainnya yang mempunyai keterbatasan akal dan pikiran untuk menangkap kebenaran yang mutlak dari Allah SWT. Selanjutnya bagaimana kita pertanggung jawabkan secara pribadi “dipengadilan” Tuhan kelak hari nanti.&lt;br /&gt; Oleh karenannya kita umat Islam yang telah meyakini Al-Qur’an cukup mempraktekkan Al-Qur’an dalam prilaku keseharian kita. Berusaha menjadikannya nilai kehidupan yang harmonis, sehingga terbangun manusia yang menghormati kebersamaan dalam keragaman seperti peringatan surat Yunus  diatas.&lt;br /&gt; Sesungguhnya Islam adalah agama yang selalu berpegang pada Dinamika dan harmonis yang mampu berdialog dengan keadaan sekitarnya.  Orang bayan adalah bagian dari Fenomena tersebut,  tidak perlu dikucilkan. Yang paling terpenting adalah menghormati keberadaan dan kebenaran yang mereka pahami. Sesunggunya akan nampak begitu indah dan damainya Islam, tidak seperti yang di “judulkan” oleh orang lain. Islam adalah agama yang Keras dan anti perubahan. Bahwa sebenarnya agama ini sangat membenci Kekerasan dan Kemunafikan.&lt;br /&gt;Oleh karenanya, apapun bentuk Ibadah yang dilakukan oleh Orang Bayan harus kita hormati dan kita pahami sebagai bagian kebenaran yang ada pada manusia.  Pembumian nilai Ketuhanan dalam berprilaku sesama mahluk Tuhan sebagai manusia dimuka bumi adalah hal panting bagi orang bayan. Bukan celaan atau cercaan bagi orang lain yang justru akan mendatangkan kemudharatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4132615724309724704-5494319962138018708?l=yonk-q.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yonk-q.blogspot.com/feeds/5494319962138018708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4132615724309724704&amp;postID=5494319962138018708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/5494319962138018708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/5494319962138018708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yonk-q.blogspot.com/2008/05/islam-bayan.html' title='Islam Bayan'/><author><name>Yonk-Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13092667659679750285</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC74ZKL0pEI/AAAAAAAAADc/ZigFDwoE7aM/S220/YONK-Q.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4132615724309724704.post-3581204444335115748</id><published>2008-05-13T10:36:00.000-07:00</published><updated>2008-05-13T10:39:09.247-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Warga Negara Taqwa</title><content type='html'>Negara bangsa ini dihajatkan berdiri oleh para “pendirinya” menciptakan kehidupan yang Damai dan Tentram dalam menuju Kesejateraan Rakyat, hal ini tertera dengan jelas didalam Dasar Negara kita yang konon sangat disakralkan sekali pada moment Seremonial..&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;yang  mudah-mudahan para “terkuasakan oleh rakyat” Tidak lupa untuk mengingat pesan pesan Rakyat , tidak buta untuk melihat  kesengsaraan Rakyat serta tidak tuli untuk mendengarkan kisah Kesejahteraan yang diinginkan oleh  Rakyat, Amin yarabbal alamin.&lt;br /&gt;Rakyat yang dibahasakan dalam sebuah Negara adalah Warga Negara, karena itulah secara hakikat Rakyatlah yang mempunyai Negara ini dan bukan para pejabat atau penguasa, oleh karenanya apapun yang dilakukan oleh para abdi Rakyat (Pejabat dan birokrasi) haruslah untuk kepentingan hidup atau kesejahteraan Warga Negara nya.&lt;br /&gt;Indonesia yang mayoritas Islam warga negaranya  sangat penting memahami perannya sebagai “pemilik Negara”. Peran yang paling pokok yaitu sebagai pelaku perubahan yang disebabkan semangat taqwa yang optimis atas muatan utama pribadi Muslim yang ber kesadaran ilahiyah, sebagai warga Negara.&lt;br /&gt;Sepenggal Ungkapan yang kerap muncul di telinga kita, ketika khatib  berkhotbah pada setiap jum’at adalah ajakan untuk tetap Taqwa bahkan bertaqwa yang sesungguhnya kepada Allah SWT. permasalahan yang kerap muncul adalah keterhambatan dalam menerjemahkan Taqwa pada kehidupan sehari hari baik sebagai pribadi atau masyarakat yang hidup dalam sebuah Negara Bangsa.&lt;br /&gt;Makna Taqwa yang tersirat dalam Islam, membingkaikan nilai nilai ketuhanan pada kehidupan sehari hari dengan perasaan  percaya diri yang seutuhnya hingga apa yang kita perbuat bermakna  bagi diri sendiri dan lebih lebih bagi orang banyak, sadar  seutuhnya hidup dalam alam yang sama tetapi penuh dengan perbedaan, yang akan memuncukan perasaan Optimis dalam berprilaku sebagai pribadi maupun kelompok dalam komunitas&lt;br /&gt; Pesimisme adalah cermin dari orang-orang yang tidak bertaqwa, atau bertaqwa tapi dia tidak mampu memaknai ketaqwaannya dan tidak bisa menafsirkan ketaqwaan tersebut dalam kecakapan pribadinnya dan kepercayaan diri yang dipupuk dengan prinsip prinsip hidup  utama. Taqwa sesungguhnya selalu berkolerasi positif dengan Optimistis. Oleh karenanya Warga Negara yang nota benenya dari pribadi muslim sejati haruslah tetap menanamkan kesadaran untuk Taqwa sebagai Warga Negara, yakni tetap konsisten atas peran peran perubahan yang dimandatkan Allah SWT&lt;br /&gt;Dalam konteks ini munculnya warga yang tidak pernah putus asa menghadapi berbagai macam masalah kehidupan dan tantangan dihadapi yang walaupun itu rumit, prinsip yang dibangun tentunya dalam konteks dan kerangka kebersamaan. Sebagai warga Negara haruslah menanamkan  sensitiftas yang tinggi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh Negara Bangsa, karena permasalahan tersebut adalah permasalahan pribadi dalam kehidupan bersama maka upaya nya adalah bagaimana memikirkan lebih jauh secara bersama dan harus diselesaikan bersama oleh warga Negara sendiri.&lt;br /&gt;Taqwa harus dimaknai sebagai keyakinan yang hidup dari kesadaran Ilahiyah yang darinya akan lahir pribadi yang teguh memegang prinsip  dan disertai dengan perasaan Istiqomah yang konsistent untuk membangun suatu Orde keadilan. Sebagai jaminan dihormatinya aturan bersama tentu tidak akan ada lagi kita mendengar pencuri yang digebuk kepalanya oleh masa, tidak ada lagi koruptor yang menjilat, pejabat akan menggunakan kekuasaan sebagai amanah bukan tahta, kita sesama manusia akan saling menolong atas ikatan kebersamaan sebagai Warga Negara. Hal ini muncul karena sadar apa yang dilakukan sebagaimana prinsip yang  diyakini dan dimaknai sebagai sesuatu kesadaran Ilahiyah yang senantiasa akan menjadi tolak ukur berprilaku. &lt;br /&gt;Dalam berinteraksi dengan sesama Warga Negara maupun menghadapi kenyataan yang ada tentu menghadapi permasalahan, maka bagi warga Negara yang Taqwa seyogyanya permasalahan tersebut diselesaikan dengan  aturan bersama (hukum, Norma atau kesepakatan bersama), demi terwujudnya kesejahteraan sebagai sebuah cita cita dan kehendak bersama berdasar hak hak kemanusiaan yang diperjuangkan oleh Islam&lt;br /&gt;Istiqomah itu sendiri lahir dari suatu pandangan Ketuhanan yang mapan, bahwa tugas manusia sebagai khalifatul fil ardhi dimuka bumi ini untuk menegakan nilai nilai kemanusiaan hal itulah yang dicerminkan dalam al qur’an sebagai Ulil Al bab, yaitu sebagai figur peendobrak perubahan menuju kemaslahatan bersama, bukan malah meruntuhkan nilai nilai tersebut dalam praktek yang tidak Qur’ani yang mengatas namakan Islam.&lt;br /&gt;Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;“Dan dalam hukum Qishas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, &lt;br /&gt;hai Ulul al Bab, supaya kamu bertaqwa”&lt;br /&gt;Al Baqarah (2) : 179&lt;br /&gt;Surat Al Baqarah diatas coba menjelaskan bahwa Ulul Al Bab (pendobrak Kebekuan menuju perubahan) haruslah meyakini bahwa segala persoalan berpangkal atas adanya cita cita ideal yang ingin dicapai maka apabila adanya Qisas (sebagai ibarah), sebenarnya adalah sebuah jaminan bagi orang orang yang mau menghadapi tantangan (masalah) dengan hati yang jernih dan berpangkal optimis untuk menuntaskannya.&lt;br /&gt;Umat Islam sebagai umat mayoritas dan berkewarga negaraan Indonesia haruslah mampu melakukan peran ke khalifahannya dalam ruang yang Optimis menuju ulil al bab untuk mengayomi kehidupan bersama di Indonesia ini. Sebagai Warga Negara yang bertaqwa maka akan menghiasi kehidupan Berbangsa dan Bernegara dengan nilai nilai Islami yang berlandas atas asas kemanusiaan yang menebar kedamaian, menghormati perbedaan dalam bingkai kebersamaan, karena landasan kesadaran jiwa sebagai khalifatul fi ardhi akan senantiasa tertanam.&lt;br /&gt;Semoga kita semua termasuk Warga Negara Taqwa, yang sadar akan haknya, mampu berperan sebagai pelopor perubah serta tetap optimis dalam menghadapi masalah dan mengedepankan prinsip kebersamaan dalam menuntaskan kemelut Negara Bangsa ini, Amin yarabbal alamin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4132615724309724704-3581204444335115748?l=yonk-q.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yonk-q.blogspot.com/feeds/3581204444335115748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4132615724309724704&amp;postID=3581204444335115748' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/3581204444335115748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/3581204444335115748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yonk-q.blogspot.com/2008/05/warga-negara-taqwa.html' title='Warga Negara Taqwa'/><author><name>Yonk-Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13092667659679750285</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC74ZKL0pEI/AAAAAAAAADc/ZigFDwoE7aM/S220/YONK-Q.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4132615724309724704.post-547965315127423673</id><published>2008-05-13T10:34:00.000-07:00</published><updated>2008-05-13T10:36:14.416-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Demokrasi Sasak</title><content type='html'>Sasak adalah salah satu suku yang mendiami daerah Nusa Tenggara Barat disamping ada dua etnis besar lainnya yaitu, Sumbawa dan Mbojo (Bima), kita mengetahui bahwa kontribusi cultur sangat dominan dalam menata kehidupan masyarakat (yaitu ; nilai dominan yang memproduk pola pikir dan laku/tindak sebuah komunitas.), akan tetapi pada kesempatan ini kita akan coba menyoroti Budaya Sasak yang coba dikorelasikan dengan  demokrasi saat ini &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah mengenal demokrasi cukup lama bahkan dewasa ini demokrasi sudah menjadi “Agama Negara”  untuk  mencapai  kesejateraan secara Internal serta kedaulatan secara Eksternal. Akan tetapi demokrasi secara asasi adalah, akomodasi hak hak kemanusiaan serta menjamin kebebasan ekspresi terhadap pola relasi Individu, masayarakat dan negara, bagi siapa saja dalam sebuah komunitas (negara ).&lt;br /&gt; Secara konvensional demokrasi sudah nampak dalam institusi institusi formal yaitu selanjutnya yang disebut dengan demokrasi formal, seperti, Negara (Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif), lembaga lembaga pemilu dan masih banyak yang lainnya. Keberadaan institusi demokrasi formal tersebut bermaksud merumuskan makna demokrasi ditingkat aksi. Maka, tak jarang hal inipun malah mereduksi makna demokrasi itu sendiri, sebagai sebuah contoh konkret yaitu, fenomena legislatif yang menginterpetasikan hak-hak rakyat dengan “kepentingan kelompok”, eksekutif yang mengoptimalkan fungsi kontrol dari pada fungsi service dan begitu pula yudikatif yang tak mampu mengaplikasikan hukum untuk kesejahteraan rakyat. Singkatnya, ditingkat aplikasi demokrasi formal justru menemukan benturan-benturan yang bertolak belakang dengan roh demokrasi itu sendiri.&lt;br /&gt; Secara umum nilai demokrasi yang ingin ditonjolkan sebagai sebuah rekomendasi untuk bernegara, berbangsa dan bermasyarakat adalah, terciptanya kesetaraan hak-hak politik, terdistribusinya sumberdaya ekonomi yang merata, serta peluang untuk mengaktualisasikan hak kebudayaan bagi sebuah komunitas dan masih banyak lainnya, nah dari nilai nilai tersebut ada prinsip yang paling mendasar yaitu, dalam perspektif Negara “bahwa kedaulatan adalah hak rakyat”, ditingkat sosiologi terciptanya akar kebudayaan yang beragam karena adanya cara pandang yang bercorak ragam sehingga diperlukan saling menghormati, memahami (toleransi) dan kebebasan untuk mengekpresikan hak hak individu dalam bermasyarakat dan bernegara dan dalam perspektif ekonomi keadilan untuk mendapatkan hak hak produksi dan konsumsi. &lt;br /&gt;Hal diatas paling tidak ingin membuktikan bahwa demokrasi yang kemudian dinamakan sebagai sistem yang membangun pola ideal dalam mengatur  relasi Individu, Masyarakat dan Negara dimunculkan dalam sistem yang terinstitusikan, dimana menjamin kebebasan yang sama bagi setiap manusia dimuka bumi ini serta warga negara dalam sebuah negara yang berdaulat, ternyata memang secara “vulgar” telah menyatakan dirinya (demokrasi) adalah sesuatu yang paling “benar” diyakini  sebagai pencetus keadilan dan perdamaian, sebagaimana Amerika menyatakan “we havet to buiild  justice and world peace with the democracy” (terlepas dari kenyataan yang ada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.  Nilai Demokrasi dalam Budaya Sasak  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Membuka perbincangan tentang suku Sasak sebagai sebuah komunitas lokal (baca NTB) yang kaya dengan nilai dan norma sebagai perangkat pembentuk pola pikir dan tindak masyarakatnya, maka suku Sasak sendiri berasal dari bangsa Proto melayu yang nota benenya dari Ditro melayu muda, bangsa inipun berasal beragam suku asli, seperti Jawa, Madura dan Bugis (Goa ) dengan kekhasan karakter bawa’annya. &lt;br /&gt;Dalam sebuah kitab (karta Gama) sejarah Sasak dikisahkan bahwa Orang Sasak pada dasar karakter masyarakatnya tercermin dalam ungkapan “Lombok mirah Sasak Adi” (Jujur Permata kenyataan utama), dari ungkapan tersebut sebenarnya masyarakat menghormati kejujuran sebagai sebuah permata kehidupan yang dijumpai sebagai sebuah kenyataan, maka konsekwensinya hal ini pun termanifestasikan dalam struktur masyarakat serta penciptaan nilai - nilai dominan yang diyakini sebagai sebuah “kebenaran komunal (Sasak)”.&lt;br /&gt; Demokrasi adalah sebuah Istilah yang kemudian datang mengabstraksikan  kondisi ideal sebuah masyarakat (pola relasi Individu-masyarakat dan Negara) yang  dianggap sebagai sebuah sistem “ber-hidup” dalam bermasyarakat dan bernegara, hal ini menandakan bahwa demokrasi didaulat sebagai sebuah “agama” bagi negara-negara dewasa ini, akan tetapi walaupun demikian apapun nama, darimanpun asal nya, secara substansi makna demokrasi adalah adanya pengakuan terhadap eksistensi serta “liberasi” bagi siapa saja.&lt;br /&gt; Sasak sendiri sebagai sebuah komunitas yang telah ada sejak lama, telah mengenal nilai-nilai demokrasi tersebut, seperti dalam nilai nilai-relasi Individu dan Masyarakat, sebagaimana yang dikemukakan oleh salah seorang budayawan Sasak  H. Jalaludin Ar Zaki (Forum diskusi YHS-Mataram, Jum’at 28 Februari 2003). Orang Sasak pada hakekatnya mempunyai nilai nilai luhur dalam berhubungan antar individu dalam komunitasnya maupun komunitas diluarnya, seperti ; (1) Saling Jot’ (memberi), yaitu budaya saling memberi antara satu sama lain, memberi bukan saja memberi materi ketika kerabat yang lain membutuhkannya akan tetapi lebih dari itu yaitu yang tua memberi nasehat kepada yang muda dan pemberian lainya (2). Saling Pelanggarin (Melayat), hal ini adalah upaya pemunculan solidaritas antar seama bukan saja Sesama Sasak bahkan lebih jauh lagi sesama manusia, hal ini dapat dilihat ketika orang Sasak Melakukan (melayat) kepada kerabat diluar mereka, seperti bagaiamana orang Bali melayat orang Sasak ketika ada “kenduri atau penguburan, begitu sebaliknya, . (3) Saling Pesilak (persilahkan), dalam pergaulan sehari - hari budaya yang paling menonjol bahwa Orang Sasak enggan untuk mendahului orang yang lebih tua atau yang dituakan, hal ini bentuk penghormatan terhadap yang lebih tau dan tua. (4). Saling Ayuin  (Berkunjung), Nuansa Silaturahim sebagai salah satu corak budaya masyarakat Sasak, hal ini dapat kita lihat pada kebiasan kebiasaan masyarakat kesehariannya yang sadar akan arti penting kebersamaan, maka menurut orang Sasak berkunjung adalah sebuah alat perekat kebersamaan tersebut. (5) Saling Ajinin (Menghargai) Suku Sasakpun mengusung Penghargaan bagi siapa saja selama ia berprilaku menghargai terhadap eksistensi kemanusiaannya.&lt;br /&gt; Bila dipandang dari sisi demokrasi formal maka suku Sasak seutuhnya menganut demokrasi yang bersifat Otokratis atau bersifat Geneologis, hal ini dapat dilihat penghormatan terhadap simbol - simbol kuasa yang ada, seperti adanya simbol dan struktur budaya yang ada, sebagai sebuah contoh yaitu adanya Managerial (pengelolan) kemasyarakatan yang sederhana, seperti sebagai sebuah contoh dalam struktur masyarakat Sasak Bayan, bahwa masyarakat Bayan mengenal Kyai/penghulu yang bertugas untuk mengambil kebijakan kebijakan ditingkat policy agama, Pemangku mengambil fungsi policy Adat dan begitu pula dengan Pemekal, yaitu aparatur yang berhak melakukan tugas administrasi “kenegaraan”. Hal ini memang disatu sisi ada pengelolan pengelolan dalam standar yang terbatas, akan tetapi sebagaimana standar Demokrasi Formal yang merepresentasikan kepentingan rakyat serta mengklaim akomodasi “Kepentingan Rakyat”, hal tersebutpun belum mengakomodasi secara makro maksud demokrasi itu sendiri.&lt;br /&gt; Secara hakiki tujuan demokrasi dalam Sasak sebagaimana yang digambarkan diatas  adalah, Segeleng , Segulung dan Seguling  dengan tujuan lahirnya masyarakat yang Rapah (bersatu), Reme’ (tolong menolong) dan Regen’ (bersatu) karena Solidaritas kemanusiaan.&lt;br /&gt; Nilai - nilai tersebut tidak berdiri dengan sendirinya akan tetapi bila ditengok secara historis bahwa sebelumnya Budaya masyarakat Sasak adalah hasil aculturasi dengan budaya Bali dan Jawa, sehingga tak heran hal hal tersebut dapat dilihat dalam struktur Bahasa yang digunakan, seperti ungkapan bahasa bahasa halus (murni) Sasak, serta Struktur Masyarakat yang ada  sehingga melahirkan simbol simbol seperti Raden, Lalu, Baiq, Denda dll.&lt;br /&gt; Dalam Masyarakat Sasak dikenal adab (etika) yang dirumuskan dalam Adab Tafsila (moral adat), dimana mengatur perangkat pergaulan dan  komunikasi antara sesama yang mengedepankan nilai-nilai menghargai, semisal yang muda menghormati yang tua,  tatakrama beribcara dimuka umum dll, adab Krama’ aturan aturan yang dilahirkan komunitas oleh  konsensus dalam sebuah majelis adat yang mempunyai otoritas perumusan aturan aturan tersebut, Adab Gama, yaitu aturan agama, karena Sasak dalam perjalannya didominasi Oleh nilai Islam, maka nilai Islam adalah nilai dominan dalam aplikasi adab ini, semisal bagaimana seorang murid menghormati gurunya.&lt;br /&gt;Pada Prinsipnya dalam adab adab tersebut adalah manifestasi dari penghargaan terhadap nilai nilai kemanusiaan yang berprinsip Kupu’ (Kesetaraan) yang termuat secara laten, yaitu pengakuan atas kesamaan dihadap hukum adat, agama dan konsensus diatas.&lt;br /&gt;Prinsip partisipasi, kebebasan dan partisipasi bahkan penghargaan atas kemanusiaan dalam masyarakat Sasak tercermin pada lima aspek saling diatas, maka secara historis suku sasak sudah mengenal demokrasi sejak mereka ada sebagai Suku Sasak. Ini dibuktikan dengan adanya prinsip-prinsip Sekulap, Segumbang dan Segetuh (Perasaan Senasib dan sepenanggung  sesama manusia) sebagai manifestasi dari interpetasi kehidupan bermasyarakat. Hal yang paling penting juga bahwa Suku Sasak sangat menghormati hak hak kemanusiaan seperti tertuang dalam nilai Saling ajinin (prinsip menghargai), Solidaritas Kemanusiaan (Saling Pesilak, Ayuin)  dan nilai nilai kebersamaan hal ini dapat kita lihat pada nilai nilai saling Jot dan Pelanggarin, lalu apapun namanya kemudian akar akar fi;osofi-historis Sasak yang telah dikemukakan diatas adalah sebagai bentuk demokrasi yang ideal dalam menata pola relasi diantara masyarakat dan individu serta sebaliknya yang telah ada.&lt;br /&gt;Walahua’lam bisawab……….&lt;br /&gt;Selanjutnya bersembahyanglah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4132615724309724704-547965315127423673?l=yonk-q.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yonk-q.blogspot.com/feeds/547965315127423673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4132615724309724704&amp;postID=547965315127423673' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/547965315127423673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/547965315127423673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yonk-q.blogspot.com/2008/05/demokrasi-sasak.html' title='Demokrasi Sasak'/><author><name>Yonk-Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13092667659679750285</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC74ZKL0pEI/AAAAAAAAADc/ZigFDwoE7aM/S220/YONK-Q.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4132615724309724704.post-7943524027476292486</id><published>2008-05-13T09:16:00.000-07:00</published><updated>2008-05-13T09:32:58.910-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Kenaikan BBM</title><content type='html'>Yang mendemonstrasi kenaikan BBM, sama dengan membela Orang Kaya" begitu komentar JK (Jusuf Kalla), selaku wakil presiden Indonesi, beberapa saat yang lalu, tapi....&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah ungkapan itu, fakta...? ah,, mungkin saja apologize gaya pejabat orde baru yang kerap menjadi kamus uniform... atau mungkin wapres kita sedang bergurau menghibur serangan para kompotitor politik dengan isu kenaikan BBM, tak pelak bukan saja JK yang dibuat "gatal hidungnya" SBY pun sepertinya sama, cuman  SBY menggunakan "cool Style", "ibaratnya memang tidak banyak bicara tapi banyak bekerja" atau mungkin sebalknya,,, ya  berpulang pada kita bagaimana kita menilai SBY-JK saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminjam istilah Gusdur, pemerintah hari ini belum jujur dan terbuka,... sepakatlah Gus... nyatanya SBY dan JK belum "berani" menjelaskan secara terbuka, apa alasan Negara ini yang nota benenya kaya dengan Minyak, malah tertindas dengan kenaikan harga minyak,, sungguh naif...?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demonstrasi merupakan fenomena menarik, bahkan mungkin sudah ada sebagian travel agent mempromosikan di luar negeri, "kunjungi Indonesia" karena Minyak Dunia melonjak... ehm.. smeoga saja tidak ada..?! pelaku demo mulai dari mahasiswa, NGO, Ibu rumah tangga, karyawan/karyawati, semua menuntut penolakan kenaikan BBM, tulikah penguasa kita...? butakah penguasa Kita atau memang mereka sibuk untuk kompotisi 2009?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan tentang Kenaikan BBM salah satu dari sekian banyak peristiwa di Indonesia, tapi kadangkala masyarakat Indonesia biasanya pengidap "penyakit Lupa", atau memang elitenya membuat situasi cukup dinamis, hingga kadang masyarakat Indonesia lupa perjuangan nya hari kemarin...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4132615724309724704-7943524027476292486?l=yonk-q.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yonk-q.blogspot.com/feeds/7943524027476292486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4132615724309724704&amp;postID=7943524027476292486' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/7943524027476292486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4132615724309724704/posts/default/7943524027476292486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yonk-q.blogspot.com/2008/05/kenaikan-bbm.html' title='Kenaikan BBM'/><author><name>Yonk-Q</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13092667659679750285</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_c6QQ0cq_8i8/SC74ZKL0pEI/AAAAAAAAADc/ZigFDwoE7aM/S220/YONK-Q.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
